Review Film Ku Lari Ke Pantai


Film ini tentang Roadtrip seorang anak perempuan yang sangat suka dengan surfing, Samudra namanya .  Perjalanan keliling pulau jawa yang sudah direncankan sedari lama bersama sang Ibu. Perjalanan yang juga punya tujuan untuk mengenal budaya juga kearifan lokal dari daerah yang dikunjungi. Perjalanan yang akan dimulai dari Pulau Rote- Nusa Tenggara Timur tempat Ia tinggal dan akan berakhir di G-land tempat Ia akan bertemu Sufer terkenal yang juga merupakan idola Sam.

Sebelum Roadtrip dimulai Sam -nama panggilan Samudra- mengunjungi nenek di Jakarta  sekaligus menghadiri acara ulang tahun sang nenek yang sering dipanggil oleh cucu-cucunya dengan panggilan grandma.    .

Di Jakarta Sam bertemu dengan sepupunya Happy namanya. Ia tidak suka berteman dengan Sam karena menurutnya terlalu kampungan. Apalagi penampilan Sam dengan rambut yang pirang, kulit hitam, dan baju simple khas anak pantai.
Sam dengan rambut pirang dan baju simple nya 

Sam saat surfing 

Kan berbeda jauh dengan Happy yang ikutan geng Galm Girl. Pakaian nya aja girly dan  banyak pakai barang branded ditambah bicara pakai bahasa inggris sebagai bahasa sehari-harinya.

Happy si girly 
Diacara ulang tahun Grandma  Sam dan Happy sempat bertengkar dan dilihat oleh Ibunya Happy. Nahhh..dari situlah Ibu nya Happy berencana untuk mengakrabkan Sam dengan Happy dengan cara mengikutsertakan Happy di Roadtrip nya Sam dan Mama Uci

Petualangan satu Ibu bersama dua anak perempuan yang berbeda karakter dengan misi mulia yaitu membuat kedua sepupuan itu kembali damai tentu akan banyak kejuatan.

Dari Jakarta menuju kota Cirebon. Disana mereka mampir ke warung makan Sate Cirebon Pak Gondrong. Kata orang: apalah arti sebuah nama . Tapi nama warung sate ini sangat mengartikan kondisi fisik si pembuat sate yaitu bapak berrambut gondrong. Uniknya kalau ada pembeli sate maka Pak Gondrong membuat atraksi membakar sate sambil menari disko, breakdance,  tak lupa gaya mengibaskan rambut ala trio macan. Pembeli  terhibur, Pak Gondrong kendur. Dipastikan dia harus banyar tukang pijit panggilan.

Pak Gondrong yang lagi joget sambil siapin pesanan sate 

Rasa dari sate itu sepertinya enak sekali, terbukti saat makan sate Happy yang tadinya ogah nyicip jadi kayak Suzana saat jadi kuntilanak, bringas. 
Noh mirip adegan di film.Suzana kan 
Lanjut perjalanan menuju Temanggung. Menginap satu malam di Bamboo Homestay. Saat sampai di penginapan Sam,Happy dan Mama Uci disambut oleh Pak Mukidi, pemilik Bamboo Homestay. Karena Pak Mukidi punya pendengaran yang kurang jelas jadi bicara nya pun keras. Maklum suara sendiri aja ga kedengaran apalagi suara orang lain. Pak Mukidi mengklaim bahwa penginapannya ini adalah tempat  orang-orang kota mencari ketenangan, jauh dari kebisingan. Memang pengianapan ini mirip pedesaan dan menyatu dengan alam. Tenang sekaliii. Cuma ada satu sumber kebisingan yaitu suara Pak Mukidi.
Bamboo Homestay
Untuk tujuan mulia tadi diatas, Mama Uci memesan dua kamar di Bamboo Homestay. Satu kamar untuk Mama Uci dan kamar yang lain untuk Sam dan Happy. Sebelum tidur mereka di suguhi wedang jahe. Sam yang sangat suka minuman manis tanpa ba bi bu langsung minum wedang jahe. Padahal minum dan makanan manis adalah sesuatu yang terlarang buat Sam, pasalnya dia mengalami kondisi sugar rush, Sam akan berubah jadi sangat hiperaktif ketika meminum atau memakan yang manis manis.



Sarapan di Bamboo HomeStay, aku jadi pingin ketempat ini

Karena minum wedang jahe Sam ga bisa tidur, kelakuannya nyanyi,joget dan ketawa. Happy yang juga ga bisa tidur karena ulah Sam mengadu ke Mama Uci. Ia memberi dua botol air putih agar Happy memberikan air itu untuk Sam minum. Sugar rush  nya akan reda jika Sam banyak minum air putih.

Dari sini hubungan kedua saudara sepupuan itu kembali lumer. Happy mulai perhatian ke Sam, menyelimuti Sam ketika Ia tertidur karena kecapean ber hiperaktif ria. Sam juga membela Happy ketika kacamata nya diambil oleh anak Pak Mukidi yang usil. 
Saat Happy menyelimuti Sam

Melewati Magelang menuju Pacitan. Mama Uci dan Sam punya kenalan di Pacitan yaitu pasangan bule dan indonesia, Norman dan Ratih yang mempunyai anak yang juga suka surfing bernama Baruna. Sam dan Baruna cocok banget seperti kakak adik yang punya kegemaran yang sama. 

Penginapan Desa Umasam tempat Mama uci,Sam dan Happy menginap adalah milik keluarga Baruna. Penginapan ini seperti resort dekat pantai yang indah.
Pantai di penginapan Desa Umasam 

Sarapan sambil ngobrol bersama Norman & Ratih


Happy tertarik dengan Baruna, nah di adegan ini sungguh ga lebay kok. Cuma ketertarikan biasa dan masih aman ditonton oleh anak-anak.

Baruna mengajak Sam dan Happy keliling resort . Bertemu dengan seorang teman Baruna, Dani namanya. Ia  adalah bule Amerika yang berpetualangan keliling Indonesia dan sangat fasih berbahasa Indonesia. Ini kan bertolak belakang dengan Happy sebagai orang Indonesia yang selalu pakai bahasa Inggris setiap ngomong. 

"Happy,  bisa bahasa Inggris itu penting tapi kalau sesama orang Indonesia aja pakai bahasa Inggris, lama-lama nanti kita lupa dengan bahasa kita sendiri" ini ungkapan Baruna untuk Happy dan setelah adegan ini udah pasti Happy kebanyakan pakai bahasa Indonesia. The power of Cinta Monyet. hahaha

Setelah pamitan dari Pacitan, petualangan mereka berlanjut ke Bromo. Sam sudah memimpikan  dari jauh -jauh hari untuk melihat matahri terbit dari Bromo. Hotel Rehat Bromo tempat mereka istirahat. Di restoran hotel mereka bertemu dengan grup dancer, Ordinari yang akan melakukan pemotretan dengan latar belakang Bromo. Mereka berkenalan dan sedikit mengobrol.

Pemandangan di Bromo 

Saat malam menjelang, sebelum istirahat terjadi konflik antara Sam dan Happy. Berawal dari ngobrol jadi malah saling ejek. hahah. Ya ampun aku merasakan kalau film ini hampir real. Karena anak perempuanku juga begono kelakuannya. hahaha

Karena cek cok mulut anatara kedua gadis kecil itu, Happy malah kabur dari hotel saat Sam dan Mama Uci pergi subuh-subuh untuk melihat matahari terbit.

Mama Uci kelimpungan, dia bertanya ke orang sekitar apakah melihat anak dengan ciri-ciri seperti Happy?. Dari informasi orang sekitar bahwa Happy kabur dan menjadi penyusup di mobil grup Ordinari. Untunglah Mama Uci sempat diberi kartu nama manager grup dancer itu. Ia mencoba menghubungi Mama Mela (manager Ordinari). Harap jangan bingung karena banyak mama-mama di film ini. hihihi. Kembali ke cerita. Malangnya signal di sekitar penginapan kurang baik, jadi Mama Uci belum juga berhasil untuk menghubungi Mama Mela. Begitupun Mama Mela setelah tau ada Happy di dalam mobilnya, dia pun terus mencoba menghungi Mama Uci

Hingga akhirnya Happy dan robongan Ordinari bertemu dengan Dani. Masih ingat Dani yang mana? coba baca ulang dari atas. iyuuuhhhhhh. Dani sang petualangn itu punya banyak amunisi untuk mendukung petualangannya, salah satu nya telpon genggam dengan antena yang tetep bisa terhubung disaat signal ga nyambung-nyambung. Mama Uci pun berhasil dihubungi untuk menjemput Happy.

Waktu sudah banyak terbuang padahal G Land sudah menunggu Sam untuk bertemu dengan Kailani, idolanya. Mama uci mempercepat laju mobilnya untuk bisa sampai ke G Land tepat waktu. Oho, ternyata mobil mereka mogok ditengah jalan pemirsahhhh.

Sam dan Happy mencari air untuk mobil mereka. Mengetuk salah satu pintu rumah warga sekitar, untuk mendapatkan air. Walaupun air sudah di dapat, sayangnya mobil tetap saja belum bisa jalan.
  
Untunglah ada pertolongan dari teman yang sempat mereka temui juga di Bromo. Grup Ordinari lagi ? tentu bukan. Grup itu sudah habis cerita nya. Tapi yang menolong mereka adalah fotografer yang memotret grup Ordinari di Bromo. heheh

Mobil Mama Uci dibawa untuk diperbaiki, sedangkan Sam,Happy dan Mama Uci menunggu ditempat mobil mereka mogok. Sam dan Happy melihat anak dari pemilik rumah yang dimintai air tadi sedang sakit. Happy bilang kalau itu gejala sakit usus buntu dan harus dioprasi karena happy pernah mengalaminya. Sam dan Happy meminta Mama Uci agar  bisa membawa anak tadi ke Rumah Sakit. 

Mobil belum ketahuan waktu perbaikannya berapa lama. Sedangkan Sam juga harus nonton pertunjukan idolanya surfing di G Land.  Mama Uci bingung tapi tetap harus memutuskan. Sam juga memohon untuk membawa anak tadi ke Rumah Sakit saja dan dia berkorban untuk tidak bertemu Kailani Jonhson.

Apakah keputusan Mama Uci? lebih seru ditonton dan dapatkan jawabnya. hehehe. 

Nonton film ini buat ku "cuci mata secara virtual", gimana enggak? kita disuguhkan dengan pemandangan indah alam Indonesia yang beneran aku juga baru tau tempat-tempat itu. Otakku seperti otomatis menyimpan informasi nama-nama tempat yang dikunjungi di film ini, dan berdoa semoga bisa kesana.hihi Aku juga bisa berdiskusi dengan tema keaneka ragaman budaya Indonesia bersama anak-anak juga  pentinggnya bersikap humble  dimana pun kita berada. Oiya film Ku Lari Ke Pantai ini juga mengajarkan aku agar lebih bisa mendengar  dan menghargai opini dari anak-anak. Mengajarkan anak lebih cinta ke alam pedesan dan tidak terlena dengan kehidupan yang memudahkan seperti dikota.


3 komentar:

  1. Keren reviewnya Ayuk... Makasih yaa. Jadi pingin nonton filmnya hihi.
    Pingin tau fny endingnya gimana.

    BalasHapus
  2. Kereeeennn. Filmnya bagus!

    Tapi akan membuat jiwaku meronta-ronta ingin jalan-jalan kalau ditonton sekarang nih

    BalasHapus
  3. Sam looks so cool while surfing.
    Aku suka bumbu-bumbu yg mba kasih di review film ini.
    Jadi ga monoton.

    Akhirnya bertambah pilihan film lokal yang cocok untuk anak-anak. Seniga sangat banyak diproduksi film yang seperti ini.

    BalasHapus