Tips Merawat Tanaman Anggrek Saat Musim Hujan



Beberapa koleksi Anggrek dendrobium di rumahku

Salah satu tanaman hias yang menarik hatiku untuk dipelihara yaitu tanaman Anggrek. Sekitar 4 tahun belakangan ini aku  positif masuk ke jajaran Anggrek Lover. Sebenarnya ini adalah jatuh cinta dengan keterlambatan yang hakiki. Hiks. Walaupun sedari kecil sering membantu Mamaku merawat tanaman Anggrek tapi tidak serta merta aku  berminat untuk menyayanginya. Mengapa oh mengapa setelah ribuan purnama dan umurku sudah menyentuh angka tiga aku malah falling in love. 

Tanaman Anggrek memang perlu perlakuan khusus agar dia selalu berbakti. Apalagi saat musim hujan begini. Sepupuku sesama pecinta Anggrek malah mengclaim jika merawat Anggrek lebih mudah saat musim panas daripada saat musim penghujan. Pasalnya tanaman Anggrek akan cepat busuk jika dibiarkan terkena air hujan yang terus menerus.

Walaupun tanaman Anggrekku belum banyak seperti penggemar Anggrek yang sudah sangat militan boleh donk ya aku membagikan sedikit tips untuk merawat Anggrek saat musim hujan.


Pindahkan Tanaman Anggrek 

Jika kamu menanam Anggrek di lahan terbuka sebaiknya saat musim hujan kamu masukkan Anggrek ke tempat yang tidak terkena hujan secara langsung tapi masih bisa terkena sinar matahari saat musim hujan ini. Tempat semacam ini di rumahku adalah garasi mobil, bisa juga pekarangan yang sudah ada penutup atap. Untuk sementara Anggrek "diungsikan ke tempat semacam ini dulu. Tentu perlu keluaangan  tenaga dan waktu lebih buat kita untuk memindahkannya.Ga papa deh, dari pada Anggrek meregang nyawa, lebih baik kita bergerak untuk menyelamatkanya.

Bagi yang sudah punya ratusan tanaman Anggrek pasti sudah mengantisipasi jika musim penghujan dengan membuat  greenhouse sehingga ga perlu lagi memindakan Anggreknya


Semprot bukan Siram

Cuaca musim hujan tentunya dingin. Banyak curah hujan dan sedikit sinar matahari . Sebaiknya Anggrek kena air tipis tipis dengan menyemprot bukan langsung disiram. Walaupun media tanamnya adalah arang yang menurut sebagian pakar mengatakan bahwa media arang  membuat Anggrek lebih tahan banting daripada dengan media tanam MOS tapi tetap saja aku memperlakukan nya sehati-hati mungkin.

Jangan Sayang Membuang

Punya tanaman apapun tentu harus perhatian pada setiap bagian tanaman. Untuk Anggrek coba perhatikan pada bagian batang dan daun. Jika ada yang busuk,layu ataupun terkena jamur jangan sayang untuk memotongnya. Karena akan membuat Anggrek sulit subur jika tidak segera dibuang.


Perlukah Pupuk ?

Mamaku punya banyak tanaman Anggrek dan membudidayakannya, tapi walaupun terus bertambah banyak dia tidak pernah memberinya pupuk. Perawatannya cuma disiram pagi dan sore, jika terkena hujan beliau tidak menyiramnya. Anggrek Mamaku ini tidak berbunga terlalu sering tapi menurutnya ada musim sendiri .

Seiring mudahnya mendapat informasi di jaman teknologi ini, tentu banyak pengalaman merawat anggrek dari pecinta anggrek lainya yang mudah juga aku dapat. Itu membuat aku jadi ingin mencoba untuk memberi pupuk pada Anggrekku karena melihat hasil bungga yang terus bermekaran. Tentunya pilihanku pupuk harus yang alami. Resep ini  pernah dicoba bersama sepupuku yang juga pecinta Anggrek itu.

Pupuk ini terbuat dari air kelapa yang sudah tua dicampur dengan bawang merah yang ditumbuk. Air kelapa bisa kita dapatkan dari penjual santan. Pupuk diaplikasikan satu minggu sekali.

Memupuk membuat kita ga terlalu bersedih hati dengan batang yang busuk karena akan banyak muncul akar-akar yang kuat  dan tunas-tunas baru pada Anggrek kita.


Sekian tips sederhana ala  newbie kayak aku. Tips-tips ini aku dapat dari pecinta anggrek lainya dan tidak semua tips dari mereka aku aplikasikan hanya yang menurutku mudah dan tetap membuat tanaman Anggrek bisa bertahan saja.

Kalau kamu punya tips lain nya boleh donk bagi ilmunya ke aku.

#RumbelMenulisIPBatam
#RulisKompakan
#KomunitasIPBatam


11 komentar:

  1. Terharuu aku tuh.. Akhirnya blog ini kembali hiduuuppp XD
    Btw, ada brp anggreknya mak? mau dong XD #kaboorrr

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bantu rame in blog nya mak. Kan dirimu juga owner. hahahah

      Tanaman lain boleh, Anggrek jangan hahaha

      Hapus
  2. Waah anggrek, tanaman kharismatik sekaligus misterius menurutku hehe..

    Suka lihat bunganya tapi smpai skrng belum prnah punya dn ngerawat taneman satu ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya aku pun masih merasakan ke misterius an nya ini heheh

      Hapus
  3. Aku juga pengen banget punya anggrek tapi belum berani meminang. Masih penikmat kecantikannya aja, soalnya jiwa bertanamnya belum tumbuh ..hihi

    BalasHapus
  4. Baru tahu soal pupuk itu. Dulu anggrek di rumahku juga gak pernah dikasih pupuk. Cuma di siram aja. Mana dl anggreknya digantung-gantung di teras. Tiap mau nyiram dipindah dl ke tanah di luar teras biar gak basah terasnya. Untung gak tiap hari nyiramnya.

    Kl gak musim hujan disemprot-semprot aja bisa gak sih anggrek itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa disemprot aja, kan klo diteras ga banyak kena matahari. Tapi sesekali disiram juga kalau udara terlampau panas

      Hapus
  5. Anggrek..jadi ingat Aroma Karsa ka

    Semoga anggreknya semakin berkembang dan tumbuh mekar ya mba.
    Kalo aku cukup kaktus aja, yang tahan banting.��
    Belum telaten��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kaktus kan bagus juga yang penting mau nanam ya, biar mengurangi polusi udara. heheh . Semangat mbak

      Hapus
  6. Kebayang banget kesungguhanmu, mak Green. Haha
    Keren 💛💛
    Buatku anggrek itu kesungguhan. Karena dia bisa terus berbakti kayak yg mak green bilang kalau empunyanya juga sungguh-sungguh nyayangin dan merawat anggrek-anggrek mereka.

    ^^

    BalasHapus
  7. Semua tanaman gitu juga sih sebenarnya.. Perlu perawatan dari pemiliknya, cuma ya anggrek.. Dia spesial ^^
    Gitu bukan ya mak?

    BalasHapus