Kerajinan Tas Dari Sampah Plastik Kemasan


Apakah yang biasa kita lakukan dengan sampah plastik bekas kemasan? Membuangnya ke tempat sampah ? Membiarkan nya terbang tertiup angin hingga terbang kemanapun ia mau dan mendarat di laut termakan oleh biota laut atau mendarat di tanah dan mencemari tanah ? 

Ya perilaku itu sebagian kita lakukan dan tanpa disadari merusak makhluk hidup yang berdampingan dengan kita dan merusak lingkungan kita

Tapi beda halnya dengan mbak Umi Salamah pemilik akun Facebook Umi Salamah ini mengubah sampah plastik bekas kemasan menjadi kerajinan tas yang tak kalah cantik dengan tas lain pada umumnya. Ga hanya itu tas ini pun kuat karena memakai metode anyam. 


Rumbel (Rumah Belajar) Green Komunitas Ibu Profesional Batam kembali mengadakan Kopdar yang ke 2 pada 15 Februari 2020 dengan tema belajar "Kerajinan Tas Dari Sampah Plastik Kemasan" dengan mentor mbak Umi Salamah. 

Dimulai dengan melipat plastik kemasan menjadi lipatan-lipatan kecil. Tahap ini tergolong mudah, karena hanya melipat dengan cara tertentu yang mudah diikuti akan tetapi perlu ratusan pcs lipatan kecil untuk bisa dibentuk menjadi tas. Maka untuk mempersingkat waktu Kopdar yang hanya kurang lebih 2 jam, mbak Umi pun sudah menyediakan plastik yang sudah dilipat untuk siap di anyam. 

Umi Salamah , menjelaskan cara membuat kerajinan dari sampah plastik kemasan

Teknik menganyam plastik bekas kemasan ini ada 3 model, yang pertama model zig zag, model rapat dan yang terakhir model lubang. 

Paling kanan model zig zag, tengah model rapat, kiri model lubang

Awal mbak Umi memberi contoh cara menganyam, lalu diikuti peserta yang hadir. Saat mulai menganyam aku sendiri masih bingung untuk mengikuti. Sedangkan peserta yang lain juga asik bertanya tentang kebingungan nya ke mentor ,kadang juga  bertanya ke teman sebelah yang sudah berhasil. Lama-lama tangan kami gemulai untuk memasukkan plastik ke atas, turun kebawah, masuk samping kanan lalu turun samping kiri, terakhir tarik ke semua sisi agar kencang. 

Butuh ketelitian, kesabaran, ketelatenan, dan niat yang kuat serta tulus untuk membuat sampah plastik bukan hanya sekedar sampah buangan tapi menjadikannya barang yang mempunyai nilai lebih dari segi estetika, ekonomi dan kegunaannya. Jadi aku salut banget deh sama orang-orang yang mau dan mampu mengerjakan kerajinan seperti ini.


Salah satu hasil karya yang sudah jadi Tas
Tangan kami asik menganyam tapi mulut pun asik mengunyah, karena perut asik meronta disebabkan otak asik bekerja. Heheh. Potluck yang kami bawa dari rumah, disantap bersama-sama. Seperti biasa setiap acara Kopdar Komunitas Ibu Profesional Batam diwajibkan membawa potluck dan air minum menggunakan tumbler sendiri, untuk meminimalisir sampah.

Potluck pengusir lapar, hehe

Setiap kami fokus pada anyaman yang akan dibentuk. Ada beberapa yang berhasil menyelesaikan hingga karya nya menjadi tas kecil, ada juga separuh jalan sudah dihentikan oleh waktu. Sangat wajar, karena mbak Umi mengerjakan anyaman hingga menjadi tas berukuran sedang saja memakan waktu seminggu.  


Bukan hanya tas, sampah plastik kemasan inipun bisa dibentuk menjadi tikar nah ini adalah project mbk Umi selanjutnya dan pastinya memerlukan banyak sampah plastik bekas kemasan. Maka dari itu mbk Umi Salamah membuka donasi sampah plastik bekas kemasan. Silahkan hubungi akun Facebook mbk Umi Salamah untuk donasi tersebut.

Jadi pemirsahhh , jangan buang lagi sampah plastik bekas kemasan mu ke tong sampah, donasikan saja untuk diubah menjadi bentuk lain yang lebih berguna. 




3 komentar:

  1. Menganyam sambil mengunyah itu memang seru 😁

    Gak sabar untuk kopdar berikutnya yang lebih seru lagi

    BalasHapus
  2. Aku ini separuh jalan sudah nyerah. Susah juga bikin sudut2nya. Apalagi kiddosku mulai berdatangan. Hahaha.

    Mesti ada koodar berikutnya buat ginian lagi 😁

    BalasHapus
  3. Aku ngiler dengan potlucknya..hyahaha..
    Kopdar bikin ginian lagi doonng..blm ikut yg kemarin..huhu

    BalasHapus