Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak Tanpa Bohong

Image by StockSnap from Pixabay
Kenapa tanpa bohong? Ya, karena kalau bisa jujur kenapa harus bohong? Apalagi di tengah viralnya cara mengatasi kecanduan gadget melalui berbohong pada anak. Iya, cara yang itu lho..yang itu tuuhh..yang itu lah ya pokoknya.

Jadi kali ini saya akan menuliskan cara mengatasi kecanduan gadget, khususnya pada balita, tanpa membohonginya. Cara atau tips yang saya tuliskan di sini berdasarkan pengalaman pribadi yang bisa saja berbeda dengan teori atau ibu-ibu lainnya, so, jangan bingung jika cara ini ternyata kurang cocok untuk anak Anda.

Sebelum membeberkan cara mengatasi kecanduan gadget pada balita, kita harus tahu dulu bagaimana ciri balita atau anak yang kecanduan gadget. Apakah anak kita termasuk kecanduan gadget? Menurut situs Green Child Magazine, ada beberapa indikator anak-anak disebut kecanduan gadget yaitu:

  • Anak tidak bisa main dengan happy tanpa gadget
  • Anak akan tantrum ketika dipisahkan dari gadget
  • Tidak senang atau menunjukkan sikap negatif ketika berkegiatan di luar ruang/di alam terbuka
  • Tidak bisa mengikuti aturan terkait penggunaan gadget

Apakah anak kita termasuk dalam kelompok kecanduan gadget? Semoga tidak ya. Saya pribadi pernah mengalami ketika dalam sehari anak berkali-kali merengek minta handphone, dan setiap kali bosan dia selalu ingin main handphone. Dan tentu saja saat disuruh berhenti sangat susah dan end up with tantrum. Saat itu usianya sekitar 20 bulanan kalau tidak salah. 

Ternyata masalah ini bukan saya sendiri yang mengalami. Menurut situs Telegraph, dalam sebuah polling terungkap bahwa hampir 50% anak mengalami kecanduan gadget. Dalam artikel lain disebutkan bahwa 9 dari 10 anak tidak cukup beraktifitas fisik dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan ber-gadget ria.

Lalu bagaimana mengatasinya?
Saya yang awalnya santai dan berpikir anak saya tidak akan sampai pada level ‘kecanduan’, akhirnya tiba juga pada titik saya merasa ‘this must be stopped’. Dan berikut langkah yang saya lakukan.

  • Berdiskusi dengan suami

Ya, sebelum melakukan detoks gadget (terutama handphone) pada anak, saya lebih dulu mengatakan pada suami bahwa saya akan melakukan metode cold turkey untuk mengatasi atau mencegah kecanduan gadget pada anak. Konsekuensinya, gadget time saya dan suami pun harus dipangkas. Banyak. Saya mengingatkan suami untuk tidak memegang hp di depan anak. Karena anak sejatinya hanya mencontoh orang tua. Jika orang tua lebih rajin pegang hp daripada pegang buku, yaa….

  • Stop memberi gadget pada anak

Saya tak ingin perlahan mengurangi screen time anak karena saya rasa akan lebih berat. Jadi, saya langsung saja cold turkey alias tidak membolehkan sama sekali anak main hp. Walaupun anak meraung, merengek, saya tak akan kasih. Walaupun anak sedang bosan, menangis, tantrum, dan saya tahu bahwa hp bisa menjadi instan solution, tetap tidak saya kasih. Biasanya sambil saya katakan padanya, “mama ngga main hp, bapak juga ngga, jadi kamu juga ngga ya”. 

  • Alihkan dengan bacaan, mainan lain, atau hal seru lainnya

Ngga perlu membayangkan yang ribet-ribet. Sebenarnya bikin anak-anak bahagia itu sederhana kok, misal dengan main lompat-lompat di kasur, main bola, mobilan, mereka udah happy. Asalkan kita benar-benar serius menjadi teman main mereka. 

  • Ajak jalan-jalan

Kalau suami lagi di rumah, opsi lainnya adalah ajak jalan-jalan ke mana aja. Karena anakku itu kalau di luar ya yaudah, happy aja dia liat kendaraan, atau lingkungannya. Jadi ngga ada bosan atau kepikiran handphone. Ini juga cara yang kami lakukan saat menyapih, dengan jalan-jalan, dia jadi ngga minta nyusu juga. hehe..

  • Main ke rumah teman

Cara lain adalah main ke rumah teman atau tetangga. Kalau ada teman main yang seumuran dan klop, anak biasanya udah ngga minta gadget. Apalagi anak seringnya lebih tertarik dengan mainan orang lain daripada mainannya sendiri. Tapi perlu diingat, temannya juga jangan main gadget. Kalau pas kita samperin ternyata anak tetangga juga lagi main hp ya wassalam deh. 
Berdoa. Ya, di awal dan di sepanjang usaha kita mendetoks anak jangan lupa untuk terus berdoa supaya Allah memberikan kemudahan dan kemampuan. 

Cara cold turkey di atas biasanya saya lakukan selama seminggu. Setelah itu bukan berarti saya tak pernah memberikan gadget sama sekali. Saya masih mengizinkan dia main kadang-kadang, tidak setiap hari, dan tidak lebih dari satu jam (atau yaa lebih-lebih sedikit..hehe..)

Lho, terus, percuma dong kalau tetap main gadget? Eits, engga dong, moms. Ada perbedaan besar antara sebelum dan setelah didetoks. Pertama, sekarang kalau liat mama atau bapaknya pegang hp, dia ngga merengek ikutan mau main hp. Kedua, kalaupun dikasih main handphone, akan lebih mudah dihentikan, jadi ngga pake tantrum. Cukup dibilang, “satu video lagi ya, abis itu udah, oke?” dan dia akan dengan sukarela mengembalikan handphone tersebut. Atau, cara-cara halus lainnya untuk menyetop misalnya dengan mematikan wifi. Biasanya anak akan langsung mengembalikan handphone-nya, dan--yang penting--tanpa tantrum. Hehe.. 

Demikian beberapa cara yang saya tempuh untuk mengatasi anak yang kecanduan gadget, khususnya handphone. Terima kasih telah membaca sampai habis. Semoga bermanfaat.


Sumber bacaan:

https://www.telegraph.co.uk/news/uknews/11878990/Nearly-half-of-children-addicted-to-smartphones-and-tablets.html
https://www.telegraph.co.uk/news/health/news/12108895/iPad-generation-means-nine-in-10-toddlers-live-couch-potato-lives.html

0 komentar:

Posting Komentar