Tes Bakat: Kenali Diri Lewat TMA


Well, sejak dulu saya penasaran dengan tes bakat, namun juga takut. Takut hasilnya menunjukkan saya tak punya bakat apapun. Wkwk. Akan tetapi rasa penasaran itu akhirnya mengalahkan ketakutan saya. 

Beberapa waktu lalu, saya mengikuti tes Talents Mapping (Pemetaan Bakat) yg diadakan oleh komunitas Ibu Profesional Batam bekerja sama dengan LeadPro. Hasilnya? Hmm.. Sebelum membahas hasil, saya jelaskan sedikit tentang Talents Mapping (TM) ini ya.

Dalam Talents Mapping Assessment (TMA) yang ditemukan oleh Abah Rama Royani ini, peserta diminta menjawab soal pilihan ganda. Ada tiga bagian, bagian pertama 170 soal, kedua 114 soal, dan ketiga 14 soal. Metode Talents Mapping ini menggunakan kaidah fokus pada kekuatan, siasati kelemahan, sehingga peserta akan ditunjukkan apa saja potensi yang ada dalam dirinya yang bisa dimaksimalkan.

Hasil tes diumumkan beberapa hari kemudian. Hasil tes TMA ini dalam bentuk ebook yang berisi 54 halaman. Dimulai dari penjelasan tentang asal mula TMA, manfaat, dan penjelasan cara membaca hasil TMA. Ada empat jenis hasil yang dipaparkan dalam ebook TMA ini. Pertama Urutan Bakat, Peta Bakat, Potensi Kekuatan, Strength Cluster Map, Strength Typology. 

Urutan bakat pertama pada hasil tes saya adalah Relator. Apa itu? Dalam ebook dijelaskan bahwa bakat Relator adalah orang yang menikmati atau menyukai hubungan yang dekat dengan orang lain secara personal dan senang bekerja bersama teman-teman demi mencapai tujuan bersama. Well, that’s so me! Haha.. Ya, saya memang tipe yang senang dengan hubungan erat, persahabatan. Tidak banyak tapi dekat lebih berharga bagi saya dibanding banyak teman tapi tidak dekat atau sekadar kenal.

Ada 34 urutan bakat dari yang paling “gue banget” sampai yang “bukan gw banget”. Dijelaskan pula maksud dari istilah bakat tersebut dan cara menghadapi orang-orang dengan bakat tersebut. Berikut contoh hasil Urutan Bakat (ini bukan hasil tes saya lho..hehe..)

Contoh Hasil TMA


Selanjutnya adalah Peta Bakat. Dari Urutan Bakat, dibuatlah peta bakat ke dalam empat bagian besar untuk lebih mudah melihat bakat kita dominan di bidang apa. Apakah Striving, Influencing, Thinking, atau Relating.
Contoh Hasil TMA

Kemudian, dari urutan bakat tersebut juga, dibuat simpulan mengenai bidang yang bisa menjadi potensi kekuatan seseorang. Misalnya Communicating, Serving, dsb. Selanjutnya Strength Cluster Map yang menunjukkan berbagai aktivitas yang bisa kita coba sesuai dengan bakat dan minat kita, sehingga kita bisa lebih fokus memaksimalkan potensi yang dimiliki daripada mencoba-coba hal yang sebenarnya kita tidak berbakat. Terakhir ada Strength Typology serta Personal Branding. 

Tes TMA ini dilakukan secara online, dan dengan biaya aslinya Rp400.000. Tapi khusus TMA yang diadakan melalui kerja sama dengan Ibu Profesional Batam untuk acara seminar Talents Mapping, biaya tes ini didiskon 50% lhooo. Sayang banget kan kalau dilewatkan.

Bagi yang ingin mencoba versi gratis juga ada Strength Typology (ST30) di web www.temubakat.com. Tentu saja tes ini tidak seakurat TMA, namun bisa menjadi pemanasan sebelum mengikuti Talents Mapping Assessment (TMA).

Tes bakat ini tak hanya bermanfaat untuk anak SMA yang ingin menentukan jurusan kuliah, atau untuk plotting pegawai. Namun juga bagi guru, dan orang tua. Karena dengan memahami diri sendiri, dapat membantu kita memahami orang lain, terutama anak dan pasangan kita.

In the end, tak ada tes bakat yang 100% akurat. Semua kembali ke diri kita masing-masing. Apakah kita mau bersungguh-sungguh memaksimalkan bakat terpendam sehingga dapat keluar ke permukaan? Atau akan tetap berjalan di tempat tanpa perubahan? 

That’s all for now ya. Terima kasih sudah membaca. Semoga bermanfaat dan silakan tinggalkan komentar yaa.. :)

0 komentar:

Posting Komentar