Resensi Buku : #belajarzerowaste Menuju Rumah Minim Sampah





Judul     : #belajarzerowaste MENUJU RUMAH MINIM SAMPAH
Penulis   : DK Wardhani
Penerbit : Pustaka Rumah Main Anak
Halaman  : 180 Hal


Rasa nya tidak mungkin selalu tutup mata dengan isu lingkungan yang kian memburuk dikarenakan masalah SAMPAH. Banjir karena drainase yang tersumbat sampah, bau busuk yang disebabkan oleh sampah organik  dan non organic yang tidak dipisah,  sampah-sampah plastik yang butuh puluhan bahkan ada  ratusan tahun untuk terurai terbawa angin sampai kelaut dan menyakiti mahluk hidup yang ada di laut.  Saya tersadar bahwa saya harus BERGERAK walaupun dengan langkah yang KECIL.


Berawal dari banyak membaca Timeline yang berseliweran di media sosial tentang zerowaste dan banyak teman-teman juga menjadi praktisi zerowaste seperti nya saya mulai tertarik untuk ikut sedikit “repot” memilah sisa konsumsi yang akan keluar dari rumah saya. Ahhh saya berfikir harus ada buku panduan untuk saya memulai ini. 


Bersyukur dipertemukan dengan buku ‘ #belajarzerowaste MENUJU RUMAH MINIM SAMPAH’. Dari kata “belajar” nya itu saya sebagai pemula merasa ini buku yang tepat untuk memulai belajar.


Membuka halaman-halaman awal buku ini mata saya mulai terbuka, otak saya mulai terdoktrin bahwa sisa konsumsi yang kita hasilkan setiap hari dan HANYA kita buang ke tong sampah itu menjadi masalah di tempat lain walau sudah jauh dari ingatan kapan kita membuang nya di tempat sampah.


Sisa-sisa  konsumsi itu Bermasalah di TPA ( Tempat Pembuangan Akhir ) dibuku ini tertera banyak fakta disertai foto-foto bahwa pernah terjadi bencana longsor karena sampah yang menggunung dan tidak bisa ditangani lagi akibat sisa konsumsi yang terus bertambah setiap hari dari setiap rumah.


Bermasalah di laut, sisa konsumsi yang sulit terurai seperti kantong plastic, botol air mineral bekas minum dll itu terbawa angin sampai ke laut dan sampai melukai bahkan termakan oleh binatang-binatang yang hidup di laut, mencemari  air laut dll.


Bermasalah di tanah, cairan lindi yang dihasilkan oleh tumpukan  sampah  akan berbahaya jika langsung masuk kedalam tanah karena akan mencemari air tanah.


Buku MENUJU RUMAH MINIM SAMPAH ini memuat juga refleksi pengalaman dari praktisi-praktisi zerowaste yang masih baru memulai bahkan yang sudah maju duluan untuk  belajar zerowaste.


Menuju minim sampah bukan menjadikan kita malaikat, namun menjadikan kita manusia yang peduli dan bertanggung jawab” ( DK Wardhani )


Setelah hati dan fikiran ini tercerahkan bahwa Sampahmu adalah Tanggung Jawab mu, mulai lah penulis memberitahu langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk MENUJU RUMAH MINIM SAMPAH. Bisa dengan cara 5 R  ( Refuse = Menolak, Reduce  = Mengurangi, Reuse = Menggunakan Kembali, Recycle = Mendaur Ulang, Rot = Membusukkan ), ataupun  menggunakan cara  Cegah Pilah Olah  yang hampir sama dengan cara  Strategi 3 Pintu :

1. Strategi Pintu Depan, sebagai pencegahan sampah yang akan masuk kerumah

2. Strategi Pintu Tengah,  sebagai pencegahan terjadinya sampah terbuang

3. Strategi Pintu Belakang,  yaitu pengolahan sampah yang sudah terlanjur masuk ke rumah.

Dihalaman tengah penulis mengajarkan kita bagaimana untuk bisa :

Mencegah sampah masuk kerumah sebagai contoh : kita membawa keranjang atau wadah sendiri  pada saat belanja.

Memilah  sampah yang sudah masuk kerumah, contoh : kita harus memisahkan sampah-sampah Organik dan sampah non organik. Inti nya sampah-sampah ini tidak bisa disatukan karena akan berbeda cara mengolah nya.

Dan Mengolah , contoh : sampah-sampah organik bisa dimasukkan ke dalam komposter atau ke lubang resapan biopori. Sedangkan untuk sampah non organik bisa kita setor ke Bank Sampah ataupun di buat kerajinan lain, seperti sampah plastic dan botol plastic bisa di buat ecobrick.


Dibuku ini juga dituliskan bagaimana langkah-langkah membuat komposter dan estimasi harga yang akan dikeluarkan, langkah-langkah mengolah sampah non organic seperti cara membuat ecobrick sampai info dropzone sampah yang jarang diterima Bank Sampah misal sampah baterai dan peralatan elektronik.


‘Menuju nol sampah adalah perjalanan yang panjang dan kesempurnaan itu bukanlah tujuan akhir’
( DK Wardhani )


Apa arti nya ilmu tanpa praktek,? Di Akhir-akhir halaman penulis langsung menantang kita untuk mengubah kebiasaan lama dengan pola sisa konsumsi berlebih di ubah menjadi sedikit menghasilkan sisa konsumsi/sampah  selama 30 hari disertai jurnal yang tinggal kita isi. Ada juga halaman khusus berisi FAQ seputar belajar minim sampah.


Lembaran halaman sudah akan habis, saya rasa sudah punya ilmu untuk praktek dirumah tapi bagaimana jika keluar rumah seperti saat mengadakan perjalanan jauh ke luar kota. Apakah praktek zero waste nya “libur’ ?
Dibuku ini penulis bercerita bagaimana cara nya untuk tetap bisa zerowaste dimana pun dan kapan pun. Saat mengadakan perjalanan, saat workshop, saat arisan, acara playdate atau apapun semuanya bisa diusahakan asal kan ada kesadaran dan kemauan.


Sebagai penutup buku ini Cerita Para Pembelajar (Pejuang) Minim Sampah menjadi penambah semangat bahwa kita tidak sendiri untuk bisa zero waste. Wahhh lega nya kalau berjuang ramai-ramai.


Sekian review buku Menuju Rumah Minim Sampah, mungkin review ini tidak bisa mewakili keseluruhan isi buku. Lebih baik jika baca sendiri dan rasakan sensasi tercerahkan setelah membaca nya.


#Reviewbuku
#belajarzerowaste
#MenujuRumahMinimSampah

0 komentar:

Posting Komentar