Ecobrick & Kitchenwaste Composter di Hari Peduli Sampah Nasional



Kamis (28/02/2019), Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tepat nya tanggal 21 Februari 2019, Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Batam mengadakan Workshop Pemanfaatan Sampah dengan mengusung tema “ Kelola Sampah untuk Hidup Bersih, Sehat dan Bernilai “.

Workshop yang bertempat di Aula Universitas Internasional Batam ini dimulai pada pukul 09.00 - 12.00 Wib dan dihadiri kurang lebih 100 orang peserta terdiri dari masyarakat umum, perwakilan industri dan perwakilan sekolah.  Pada kesempatan kali ini Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam mendatangkan dua narasumber untuk membahas pemanfaatan sampah dengan metode Ecobrick dan pengolahan sampah organik menjadi kompos dengan metode Kitchen Waste Composting.

Bapak Dr. Herman Rozie sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam menuturkan pada pidato pembukaan acara ini bahwa : Indonesia tercatat sebagai penyumbang sampah terbesar setelah Cina. Banyak perusahaan asing di Batam yang juga meyumbangkan sampah plastik. Sampah plastik sulit terurai, jika terbawa sampai laut akan dianggap sebagai makanan oleh biota laut. Dimakan oleh binatang laut dalam bentuk plastik dan tidak terurai sampai binatang laut tersebut menjadi makanan bagi manusia. Manusia memakan binatang laut/ikan yang sudah terkontaminasi oleh plastik, dan  itu salah satu penyebab penyakit kanker. Jadi sudah seharus nya kita sadar akan penting nya memilah dan mengolah sampah dimulai dari diri kita sendiri.

Pemanfaatan Sampah dengan Metode Ecobrick
Narasumber : Mulyadi S.Pi ( Ketua Maritim Muda Nusantara Kepulauan Riau )

Metode Ecobrick sendiri merupakan pemanfaatan sampah botol plastik yang diisi dengan sampah plastik yang dipotong kecil-kecil sehingga memenuhi botol dan membuat nya menjadi padat.

Pic taken from google
Di Kamboja ecobrick sudah bisa dijadikan bangunan sekolah dengan 2 ruang kelas, 1 ruang kantor dan 1 ruang toilet. Sedangkan di Indonesia, ecobrick biasa dimanfaatkan sebagai kursi, meja dll.

Pak Mulyadi menjelaskan dalam slide nya bahwa ketika plastik dibuang,dibakar atau ditimbun akan meracuni bumi,udara dan air. Sedangkan jika di daur ulang menjadi bentuk lain,seperti tas, mainan, atau apapun akan bernilai ekonomis hanya masalah nya adalah kita sulit memasarkan nya. Jadi ecobrick adalah solusi paling baik dalam mengolah sampah plastik.

Ecobrick yang disusun menjadi kursi, taken from google
Tidak semua sampah bisa dijadikan ecobrick. Jenis-jenis sampah yang bisa dijadikan ecobrick yaitu jenis sampah plastik.

Adapun cara membuat ecobrick adalah sebagai berikut :

▶ Siapkan botol plastik, seperti botol kemasan air minum. Penuhi dengan sampah plastik ( plastik sebaiknya dipotong-potong kecil ).
▶ Jika sudah penuh padatkan dengan menggunakan tongkat kecil, satu botol kemasan air minum 600ml bisa memuat plastik sebanyak 2,5 ons.
▶ Pakai botol dengan ukuran dan merek yang sama agar lebih mudah untuk dibentuk.

Metode Pengkomposan dengan Kitchenwaste Composting.
Narasumber : Sri Utami ( Bank Sampah Punggur bekerja sama dengan PT.Ecogreen Oleochemical)


Sampah organik yang tidak diolah dengan benar akan berdampak :

❎  Pemanasan Global
❎ Menghasilkan gas metana yang berbahaya
❎ Menimbulkan bau & penyakit

Sedangkan dampak dari pemanasan global itu sendiri adalah :

🚫 Musim menjadi tidak menentu
🚫 Kenaikan suhu global
🚫 Air laut naik,salju dikutub mencair
🚫 Banyak penyakit baru, kelahiran abnormal
🚫 Padang pasir dan badai bertambah banyak
🚫 Makanan mengandung racun

Lalu bagaimana kita ikut andil dalam mengatasi pemanasan global?? Dengan cara mengolah limbah dari sumber nya. Jika sampah organik kita bisa menjadikannya kompos. Menurut Sri Utami pengkomposan dengan Kitchenwaste Composter adalah metode yang paling cocok di gunakan oleh ibu-ibu rumah tangga karena dapat mengolah limbah organik rumah tangga menjadi kompos secara praktis, mudah,sehat, bersih dan tidak bau.
Dispenser kitchenwaste composter, taken from google

Cara mengkompos dengan metode kitchenwaste composter:

🌲 Siapkan sampah untuk menampung sampah organik, bagian bawah tambahkan kran.
🌲 Taburkan aktivator sedikit tapi merata
🌲 Masukan sampah organik, taburkan aktivator, bisa dilakukan setiap hari sampai tempat nya penuh.
🌲 Setelah penuh diamkan selama 2 minggu, untuk proses fermentasi.
🌲 Ambil pupuk cair organik melalui kran secara berkala
🌲 Kompos padat nya bisa ditaman ke dalam tanah, setelah 2 minggu siap digunakan sebagai pupuk.

Tim Bank Sampah Punggur sendiri menyiapkan tempat untuk membuat kompos (dispenser) + aktivator ini dengan harga  Rp.150.000.

Penampilan Kreasi Sampah
Pada acara ini juga ditampilkan kreasi-kreasi dari sampah-sampah anorganik oleh beberapa sekolah di Batam. Diantara nya penampilan kreasi sampah botol yang dijadikan pesawat termpur mainan, pelepah kulit dijadikan topi wisuda, sabun dari minyak jelantah dan masih banyak lagi.





Sudah banyak metode yang mempermudah kita untuk mengolah sampah. Jangan tunggu banyak masalah yang meyusahkan kita akibat sampah yang tidak terkelola dengan baik. Ayookk tingkatkan kepedulian kita terhadap lingkungan, terhadap bumi yang kita tinggali sekarang dan akan kita warisi pada generasi berikut nya.






0 komentar:

Posting Komentar