Plus Minus Ikut Kuliah Online

Masih ingin mencari ilmu tentang berbagai hal, namun untuk mengikuti perkuliahan konvensional yang mewajibkan hadir di kampus setiap minggu bahkan setiap hari tentu bukan pilihan yang mudah bagi seorang ibu rumah tangga seperti saya. Dengan seorang anak yang masih balita, tanpa asisten rumah tangga, dan tanpa sanak saudara, bagaimana bisa menghadiri kuliah konvensional?
Namun saya selalu meyakini satu prinsip yang pernah saya dengar, yaitu “tanggung jawab utama seorang wanita adalah suami dan anaknya. Namun itu bukan halangan untuk menuntut ilmu.”

Artinya, jika merasa diri fakir ilmu, and yes i am, maka carilah ilmu tersebut. Jangan menjadikan anak dan suami sebagai alasan, sebagai penghambat. Jangan mengatakan, “mau sih kuliah lagi, tapi ada anak-anak nih, gimana dong? Kalo ga ada anak sih gapapa.” Saya selalu berusaha menjaga-jaga agar tak mengatakan demikian. Jangan berpikir anak adalah halangan menuntut ilmu. Bagaimana jika Allah mencabut halangan itu? Apakah kita akan senang kemudian baru rajin menuntut ilmu?

Nah, perkuliahan online dapat menjadi solusi atas permasalahan di atas. Saya pribadi sudah beberapa kali mengikuti perkuliahan online. Ada yang bentuknya online via web dan email, seperti di situs Coursera, Future Learn, dan semacamnya. Atau perkuliahan online dalam negeri yang berbasis WAG. Konsep kuliah online sebenarnya sudah lama digunakan oleh Universitas Terbuka (UT) ya. Tapi kalau yang itu saya belum pernah coba. Hehe..

So, berikut beberapa “enaknya” mengikut perkuliahan online menurut saya.

  1. Fleksibel
Jelas, fleksibel adalah hal yang sangat diperlukan, sekaligus alasan mengapa memilih perkuliahan online. Di kuliah online yang saya ikuti, biasanya ada tugas mingguan. Artinya peserta punya waktu seminggu untuk membaca materi dan mengerjakan tugas. Ini waktu yang cukup bagi saya. Lalu, saya bisa memilih waktu terbaik untuk membaca dan mengerjakan tugas. Bisa malam hari setelah anak tidur, atau pagi sebelum anak terbangun.
  1. Hemat
Enak kedua dalam mengikuti perkuliahan online adalah hemat. Ya, biaya tidak sebesar kuliah konvensional karena tidak perlu ongkos ke kampus. Hehe.. Tak perlu biaya print tugas-tugas, dlsb. Hemat tenaga juga dong pastinya.
  1. Variatif dan tidak ribet
Banyak sekali jurusan yang ditawarkan melalui perkuliahan online. Bahkan jurusan “menjadi ibu profesional” yang tidak atau sulit ditemukan di offline, tersedia di online. Pendaftaran untuk mengikuti perkuliahan online yang saya ikuti pun tidak ribet. Tidak harus pakai ijazah sebelumnya, atau akte kelahiran, dll.

Itu hanya sebagian kecil manfaat atau kelebihan dari kuliah online yang saya jalani. Namun dibalik itu, ada beberapa kekurangan yang tak bisa dinafikan. Apa saja?
  1. Rentan kelupaan
Ya, karena kita bebas memilih kapan akan membaca materi atau mengerjakan tugas, maka ancaman kelupaan selalu mengintai. Apalagi jika sedang sibuk urusan di rumah, atau ketiduran, maka perlu reminder untuk tetap meluangkan waktu mengerjakan tugas.
  1. Tidak bertemu langsung dengan teman
Enaknya perkuliahan konvensional adalah mempertemukan kita dengan teman-teman baru. Sebaliknya, perkuliahan online, walaupun tetap mengumpulkan kitadengan teman-teman baru, namun hanya di dunia maya. Terkecuali jika perkuliahan dilanjutkan dengan bergabung dalam komunitas yang telah lulus, misal seperti Institut Ibu Profesional yang mengumpulkan alumninya dalam wadah Komunitas Ibu Profesional.
  1. Kurang fokus
Jika tak meluangkan cukup waktu, terkadang mengerjakan tugas kuliah hanya sekenanya. Hanya sebatas mengerjakan. Walhasil, kita--atau saya lebih tepatnya--tidak terlalu meresapi dan mendalami materi yang diberikan. Tentunya ini sangat berbahaya karena bisa berujung pada kesia-siaan. Na’udzubillah.

Bagi yang belum pernah mengikuti perkuliahan online, saya rasa tak ada salahnya mencoba. Jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, kuliah online dapat memberi banyak manfaat tanpa harus membuat kita meninggalkan rumah. Namun ada beberapa saran dari saya bagi yang ingin mengikuti kuliah online ini.

Pertama, niat. Luruskan niat, bulatkan tekad. Cieee.. Eits, ini penting. Karena tanpa niat yang kuat, bisa-bisa tidak lulus atau tidak enjoy. Sayang lah ya kalau ngga enjoy. Kedua, ketahui atau sadari kapasitas. Kemudahan dari kuliah online kadang membuat orang kalap dan ingin mengikuti semuanya, tanpa pilah-pilah mana yang bermanfaat dan yang benar-benar dibutuhkan. Intinya, buatlah prioritas ilmu yang ingin dipelajari, baru cari wadahnya. Dan jangan tergiur dengan jurusan lain yang diluar prioritas. Mengapa? Karena kuliah online berarti menuntut kita berhadapan dengan gadget, semakin banyak kuliah online yang diikuti, berarti makin menambah gadget time kita. Jika terlalu banyak gadget time, kemungkinannya adalah ada urusan lain di dunia nyata yang terbengkalai. So, keep balancing your life ya.

Sekian corat-coret saya kali ini. Semoga bermanfaat.. Silakan berbagi pengalaman seputar kuliah online di kolom komentar ya.. :)

1 komentar:

  1. Pada point Kurang Fokus, seperti dialami hampir semua yg kuliah online. Mesti waspada ya.

    BalasHapus