Hari-hari Kelam: Sembelit Pada Bayi (Part 2)

Awal kesembuhan dari sembelit berkepanjangan yang dialami oleh bayi saya adalah ketika liburan lebaran tahun 2017. Saat itu usianya sekitar delapan bulan. Saya mengajaknya konsultasi ke dokter Apin, yap, dokter Arifianto yang akrab disapa dokter Apin dan terkenal di kalangan emak-emak jaman sekarang ya..hehe.. Saya berkonsultasi dengan dokter Apin mengenai sembelit pada bayi, dan hasil diagnosa dokter Apin adalah Konstipasi fungsional. Kurang lebih artinya adalah konstipasi, namun fungsi-fungsi pencernaannya masih normal. Konstipasi sendiri artinya, menurut web IDAI, adalah ketika seseorang tak bisa sepenuhnya mengeluarkan feses, frekuensi BAB berkurang, feses lebih keras dan sakit saat dikeluarkan, serta teraba ada penumpukan feses di perut. Dokter Apin kemudian memberikan resep yaitu microlax, ya microlax yang dimasukin via dubur itu. Tapi jangan dosis penuh, cukup setengahnya. Tapi jangan dipakai dua kali ya buibu, jorok atuh. Hehe.. Microlax ini tujuannya agar BAB yang sudah menumpuk itu bisa dikeluarkan dulu, dan tidak terus menumpuk. Microlax-nya pun jangan sering-sering, hanya 3 hari sekali, itu pun jika BAB masih keras. Selain itu ada juga obat pencahar untuk bayi, tapi saya lupa nama obatnya. Ada macam-macam merk obatnya, tapi konsultasi dengan dokter dulu ya buibu, jangan asal pilih dan pakai, karena untuk bayi harus super hati-hati. Kemudian, dibarengi dengan menu makanan yang pas, agar tidak menyulitkan BAB. Kalau bayi saya, waktu itu saya perhatikan BAB-nya jadi lebih mudah setelah makan bubur bayi yang saya beli dekat rumah. Bubur bayinya itu mengklaim non-MSG, sehat, dll. Setelah makan bubur bayi tersebut, saya perhatikan BAB-nya lebih mudah. Dua hari sekali sudah BAB, dan tidak keras banget. Akhirnya selama beberapa hari saya berikan bubur itu terus. Microlax sempat diberikan kalau tidak salah dua atau tiga kali. Setelah itu, alhamdulillah BAB-nya berangsur lancar, frekuensinya pun mulai sering. Sekarang, alhamdulillah, frekuensi BAB-nya sudah sehari sekali. Kadang bahkan sehari dua atau tiga kali. Duh, pegel juga yak gonta-ganti popoknya. Saat-saat seperti inilah saya mengingat lagi hari-hari kelam saat sembelit menyerang, kemudian saya bersyukur. Nah, mengenai sembelit pada bayi, pencegahannya yang disarankan oleh beberapa dokter yang saya kunjungi, yaitu dengan cukupi makan buah dan sayur. Macam-macam buah dan sayur, cukup asupan air. Selain itu, saya pernah membaca entah dimana, bahwa anak yang sembelit jangan diberikan pepaya karena justru dapat memperparah. Namun dokter yang saya kunjungi tak ada yang mengatakan demikian. Kapan sembelit pada bayi jadi hal yang sangat serius? Well, sembelit pada bayi bisa berarti masalah yang lebih berat lagi jika terjadi sejak lahir. Karena hal itu bisa jadi tanda adanya kelainan yaitu Hirsprung. Karena itu, setiap kali ke dokter dengan keluhan sembelit pada bayi, dokter selalu bertanya, sejak kapan? Apakah sejak lahir? Anak saya sendiri alhamdulillah ketika lahir BAB-nya lancar, sembelitnya baru terjadi mulai usia 3 bulanan. Bagi ibu-ibu yang anaknya sedang mengalami sembelit, jangan panik, namun tetap terus berdoa dan berusaha. Berdoa kepada Allah agar disembuhkan, disabarkan, ditemukan dengan dokter yang sesuai juga, yang kompeten. Bekali diri dengan pengetahuan yang benar mengenai sembelit, jangan mengambil dari sembarang sumber ya. Diantara sumber online yang dapat dijadikan rujukan, salah satunya www.babycenter.com, Terima kasih telah membaca.. Semoga sharing pengalaman ini dapat bermanfaat ya.. 

0 komentar:

Posting Komentar