Dia akan datang. Ke sini. Ke kota tempat tinggalku sekarang. Haruskah aku menemuinya? Ah, untuk apa. Ia bukan siapa-siapa, bagiku. Tapi… kenapa ada sebagian dalam hati ini yang menolak alasan tersebut? Ada sebongkah keinginan untuk bertemu sosok itu lagi. Sosok yang dulu pernah menyemangati diri ini, walaupun tanpa ia disadari.

Tak perlu kuyakinkan hati, kaki ini seolah melangkah sendiri. Mendekat. Kutahu pasti ke mana arahnya. Haruskah kutahan? Berhenti? Ah, percuma saja. Aku tahu aku tak bisa. Aku tahu aku ingin mendengar kata-katanya lagi. Dan di sini lah aku berdiri, menemui sang maestro.

===================
Mak, ini ngomongin apa sih?😆

Hahaha.. Maafkan prolog yang aneh bin ajaib di atas ya, Mak. Mungkin efek samping setelah bertemu sang maestro. Siapa sih, sang maestro yang dimaksud? Saya yakin kita semua minimal pernah mendengar atau minimal tahu namanya: Tere Liye alias Darwis. 

Jadi, hari Minggu kemarin, Bang Tere--demikian para hadirin memanggilnya--datang ke Gramedia BCS dalam acara bincang buku Si Anak Badai dan book signing. Saya datang sekitar pukul 14.00, acara baru mulai pukul 15.00 WIB. Sudah ada beberapa orang yang datang dan duduk di area yang disediakan. Saya sendiri karena tidak berniat ikut acara sampai full, jadi saya tidak duduk. Dan saya pun menanti. Penantian yang terasa lama (#eaaaa), karena ngga bisa duduk, jadi udah pegel duluan, Mak.

Yang dinantikan pun tiba. Bang Tere datang mengenakan kaos oblong polos berwarna hijau lumut dan sarung hitam. Seketika kesan yang muncul adalah sederhana. Beliau datang berdua dengan seorang pria yang ternyata adalah kakak kandungnya sekaligus co author di beberapa bukunya. 

Mengawali acara, Bang Tere memperkenalkan diri dan meminta maaf karena memakai sarung dengan alasan baginya saat ini sarung adalah pakaian yang paling nyaman dan digunakan saat sholat juga. Acara kali ini sebenarnya bincang seputar buku terbarunya yaitu Si Anak Badai, tapi tentu saja tidak hanya itu. Beliau bercerita secara umum mengenai pengalaman menulis dan rencana kedepannya.

Telah ada 34 buku Tere Liye yang rilis dan saya belum pernah membaca satu pun. Untungnya tidak ada syarat “harus sudah baca bukunya” untuk boleh datang ke acara ini. So there I was. For what reason? Well, saya punya kesan tersendiri dengan sosok Tere Liye seperti yang pernah saya singgung di tulisan sebelumnya. Dan saya merasa kedatangannya kali ini ke Batam adalah takdir. Mungkin saya ditakdirkan termotivasi lagi dengan kata-katanya.

Lagipula, walaupun belum pernah membaca karyanya, saya tahu bahwa beliau adalah penulis hebat yang dimiliki Indonesia saat ini. Bagaimana tidak, beliau begitu produktif merilis buku setiap tahun. Tidak hanya satu, bisa dua atau tiga buku per tahun. Dengan banyaknya buku yang ingin dirilis, Bang Tere rupanya mulai merasa kewalahan, sehingga direkrutlah co author. Sekaligus sebagai cara beliau mencetak penulis-penulis baru.
Bincang buku bersama Tere Liye

Bincang buku Si Anak Badai tak memakan waktu lama. Hanya sekitar 15 menit. Setelahnya langsung sesi tanya jawab. Dari sinilah lahir banyak kalimat motivasi dari seorang Tere Liye. Ketika ada yang bertanya bagaimana menghasilkan cerita yang menarik, Bang Tere menjawab kuncinya adalah latihan. 
“Kalau Anda rutin latihan menulis setiap hari, sepuluh tahun dari sekarang Anda bisa sama produktifnya dengan saya,” kurang lebih begitu kata Bang Tere.

Dan saat ada yang bertanya cara mengatasi writer’s block, Bang Tere punya jawaban unik. “Ternyata setiap jaman punya istilah sendiri untuk menyebut ‘malas’.” Wkwkwk. Jadi menurut Bang Tere, mengatasi writer’s block ya dengan terus menulis. Bukan menunggu mood atau menunggu inspirasi. Menulis saja walaupun hanya sedikit, tapi rutin minimal setengah jam sehari.
“Ternyata setiap jaman punya istilah sendiri untuk menyebut ‘malas’.”
Bang Tere sempat membahas tentang dua masalah di Indonesia yaitu kurangnya minat baca dan kurangnya penulis yang produktif. Maka salah satu cita-citanya adalah melahirkan penulis-penulis baru. Dan jangan kaget ya kalau besok-besok Bang Tere merilis buku dengan genre baru. Karena memang beliau ingin membuat banyak seri dengan genre yang berbeda-beda, kemudian merekrut co author di genre tersebut, sehingga nantinya para penulis baru bisa melanjutkan serinya. Contohnya kalau di luar negeri ada Marvel dan Donald Duck, dua seri yang author-nya sudah meninggal, namun seri terbarunya tetap muncul karena telah penulis penerusnya. 

Acara tanya jawab terasa sangat berisi namun tetap menghibur. Bang Tere sungguh bisa menjawab dengan apa adanya, dan dibumbui kelakar. Sayangnya kaki saya sudah pegel banget berdiri. Ditambah ada dua lelaki yang menunggu di luar. Jadilah saya putuskan untuk pulang dengan harapan semoga bisa bertemu lagi di kesempatan lain yang lebih baik.

Laptop telah menjadi semacam gadget wajib bagi di masa sekarang ini. Tak terkecuali bagi seorang ibu rumah tangga. Eh, emang ngapain ibu rumah tangga perlu laptop? Buat apa? Kalau saya sih, laptop adalah teman me time sejati. Karena saya gemar mengisi waktu luang dengan browsing dan menulis. Dan bagi saya menulis bisa lebih efisien di laptop daripada di handphone. Untuk itu, saya pun memimpikan laptop yang dapat memenuhi kebutuhan dan menjadi pendamping me time terbaik. ASUS VivoBook Ultra A412DA adalah jawabannya.

Kenapa sih ASUS VivoBook Ultra A412DA?

Mom, lihat aja taglinenya, the world’s smallest colorful 14” notebook. Langsung kebayang deh notebook dengan layar 14 inchi namun ukurannya tetap ringkas. Beratnya hanya 1,5  kg dan sekilas ngga kelihatan seperti laptop 14 inch. Thanks to NanoEdge design. Jadi ingat ada yang pernah bilang, "kalo mau laptop 14 inch ya emang gede lah" gara-gara saya mau yang layarnya besar, tapi body-nya kecil. Sekarang impian saya itu bisa terwujud. Hahahaa.. *evil smirk*


Balik lagi ke kegiatan menulis, pasti terasa lebih nyaman di ASUS VivoBook Ultra A412DA. Gimana ngga, notebook ini dilengkapi fitur ergolift dan backlit keyboard. Apa sih itu? Jadi dengan fitur ergolift, ketika laptop dibuka, keyboard akan otomatis terangkat sedikit (dua derajat). Akibatnya mengetik akan jadi lebih nyaman dan ngga bikin pegel. Plus ada backlit keyboard alias lampu keyboard sehingga menulis saat mati lampu atau di malam hari dengan cahaya temaram pun jadi mudah. Makin ga sabar mau nyobain ASUS VivoBook Ultra A412DA ini!


Tentu ngga cuma kenyamanan saat ber-laptop-ria yang bisa didapatkan. ASUS juga melengkapi VivoBook Ultra A412DA ini dengan prosesor AMD Ryzen 3000 series (Ryzen 3 dan Ryzen 5 untuk di Indonesia). Browsing pun lebih efisien karena adanya dual-band 802ac WiFi 5, kecepatannya bisa mencapai 867Mbps. Which means, kerjanya akan jadi lebih lancar dan cepat, kayak mobil ngebut di jalanan Jakarta saat lebaran. Hehe…

Yang jelas ngga pake nge-lag atau nge-hang karena kebanyakan multitasking. Ini penting banget buat ibu rumah tangga yang waktu luangnya langka dan terbatas tapi sering buka banyak tab bahkan window. Dengan laptop yang bekerja supercepat, emak ga perlu nunggu lama saat menyalakan atau mematikan laptop. Apalagi kalau tiba-tiba anak kebangun, duh, harus buru-buru deh mengamankan laptop biar ga jadi bahan mainan si bocil.*curhat*


Segala kebaikan yang ada pada ASUS VivoBook Ultra A412DA tersebut tak hanya 'casing' atau body-nya aja. Karena selain tubuh yang sehat, kita juga perlu jiwa yang kuat. Maka semakinlah ASUS A412DA menjadi idaman saya karena 'dijiwai' dengan pre-installed Windows 10 asli. Jadi ngga perlu lagi deh bilang, “bang, tolong install-in Windows 10 ya bang”. Apalagi install yang bajakan. Duh.

Nah, kalau sudah pakai Windows 10 yang original atau asli di ASUS VivoBook Ultra A412DA , ada fitur keren banget nih yang bisa dicoba yaitu sensor fingerprint dan Windows Hello. Itu lho, Windows Hello, jadi ketika kita login cukup dengan nampilin muka kita di kamera dan langsung deh bisa. Windows Hello ini menjadi pengganti password dengan kecepatan 3x lebih cepat dibanding password. Lebih aman? Sudah pasti ya. Bahkan kalau ada saudara kembar yang mencoba membobol sistem ini belum tentu berhasil lho.

Windows Hello

Atau ada opsi lain untuk login di Windows 10 ASUS VivoBook Ultra A412DA yaitu dengan fingerprint alias sidik jari. Karena ASUS VivoBook Ultra A412DA ini sudah dilengkapi sensor fingerprint di bagian touchpad, artinya ngga nambah biaya beli sensor sidik jari ya kan. Tinggal tempelin jari kita di sensornya, langsung deh login. Mudah banget kan. Solusi banget buat saya yang sering lupa password.


Oiya, ASUS VivoBook Ultra A412DA yang colorful ini punya empat pilihan warna dan semuanya keren, Mak. Ada Transparent Silver, Slate Grey, Peacock Blue, dan Coral Crush. Kalau saya pribadi sih naksir yang Coral Crush, biar terang gitu. Tapi, kalau di versi Transparent Silver-nya, ada tambahan fitur kece banget yaitu NumberPad pada touchpad. Jadi touchpad-nya bisa berubah fungsi jadi tombol angka-angka. Yang kerjanya bergelut dengan spreadsheet pasti demen nih!



Lebih jelasnya, ini spesifikasi ASUS VivoBook Ultra A412DA:


Jadi, kapan, Mak, ganti laptopmu dengan ASUS VivoBook Ultra A412DA? ;)



Belajar Menyenangkan Tentang Bagian-Bagian Laut & Biota Laut ; Gemilang Homeschooling Batam mengangkat "Laut" sebagai tema belajar bulan Agustus 2019 ini. Setelah sebelum nya sudah diangkat tema-tema menarik lain seperti Tumbuhan,Tubuh mu, Serangga dll.  Kali ini dan insyaallah seterus nya Bunda akan membuat jejak di blog untuk mengabadikan kegiatan anak-anak berkegiatan bersama komunitas nya, yaitu Gemilang Homeschooling. 

8 Agustus 2019 adalah minggu pertama untuk memulai belajar tentang "Laut".  Step pertama sebelum belajar. Anak2 di ajak main dulu - pada sesi Circle Time -  demi memuaskan kebutuhan fisik nya yang masih mau banyak bergerak. Bahasa keren nya mengasah motorik kasar . Agar sehat tubuh , seimbang fikiran dan gerak nya. 🏃‍♀🚶

Circle Time kali ini memunculkan kembali permainan tradisional. Nama permainan : krik kruk (tak usah lah di jelaskan bagaimana cara bermain nya, krn postingan ini akan sangat panjang nanti 🤣)
  

Lalu sesi english fun. "What do you think about sea?" PIC mulai membuka sesi ini dengan pertanyaan. Ada anak yang menjawab "blue, ship, dll " ada juga yang masih diam-diam mengamati apa sebenarnya arti dari pertanyaan dari ibu PIC hehehe. Salah satu nya Ziya anak sulung saya.xixix. PIC menunjukan gambar binatang-binatang laut dan menyebutkan nama nya dalam bahasa inggris. Sesi english fun ini memang buat anak-anak jadi tambah fun karena PIC menyiapkan wayang ikan paus untuk dibawa pulang. Wiiiiiii seneng nyaaa. 
Wayang ikan, 

Nahhh baru lah belajar di mulai. Anak-anak belajar tentang bagian2 laut : Ada laut dangkal, laut dalam ,laut sangat dalam. Serta warna laut yang berbeda2 pada setiap kedalaman. Ini setidak nya yang nyangkut di kepala anak-anak toddler macam Ziya. PIC juga membuat catatan fakta-fakta unik tentang laut. Seperti : kedalaman sekian ribu meter, warna pelangi di hasilkan dari hiasan cahaya matahari ke laut dan masih banyak lagi. 

PIC menjelaskan bagian-bagian Laut

Belajar tambah menyenangkan setelah PIC selanjutnya mengeluarkan "kotak ajaib" yang dibikin menggunakan jam tidur nya (red. Begadang) . Tapi worth it banget. Anak-anak langsung tertarik ketika belajar menggunakan alat peraga ini. 

PIC  buat alat  seperti panggung teater mini terbuat dari kotak kayu.  Lalu memulai cerita nya: "ini kapal selam Gemilang" anak-anak diajak menyelam dengan kapal selam untuk mengetahui biota laut apa saja yg tinggal pada setiap bagian laut. Ahhhh bermain dengan imajinasi anak-anak memang ide briliant untuk membuat mereka lebih lama memperhatikan pelajaran ini. 
PIC sedang menjelaskan biota laut yang ada di dalam bagian-bagian laut menggunakan Alat peraga seperti mini teater 


Tidak heran jika anak-anak  dan para ibu yang mendampingi nya juga langsung terpana . Hampir semua kepo mau liat alat peraga dan mau pegang. Lalu para biota laut muncul  satu persatu sesuai kedalaman tempat tinggal nya pada teater mini . 

Sudah cukup sampai disini ? Tentu belum

.
Masih berlanjut ke acara game. Anak-anak diminta untuk menempelkan gambar biota laut sesuai kedalaman tempat biota itu tinggal pada lukisan laut . Seperti : ikan pari, ubur-ubur di tempel pada laut dangkal . Gurita, ikan paus biru ditempel pada laut dalam. Englerfish (ikan berlampu) di tempel pada laut yang sangat dalam. Masyaallah. 

Anak-anak diminta menempel gambar biota laut



Trims untuk para PIC keren atas suguhan materi tema laut yang dibuat semenarik ini .

#Gemilanghomeschooling



Image by StockSnap from Pixabay
Kenapa tanpa bohong? Ya, karena kalau bisa jujur kenapa harus bohong? Apalagi di tengah viralnya cara mengatasi kecanduan gadget melalui berbohong pada anak. Iya, cara yang itu lho..yang itu tuuhh..yang itu lah ya pokoknya.

Jadi kali ini saya akan menuliskan cara mengatasi kecanduan gadget, khususnya pada balita, tanpa membohonginya. Cara atau tips yang saya tuliskan di sini berdasarkan pengalaman pribadi yang bisa saja berbeda dengan teori atau ibu-ibu lainnya, so, jangan bingung jika cara ini ternyata kurang cocok untuk anak Anda.

Sebelum membeberkan cara mengatasi kecanduan gadget pada balita, kita harus tahu dulu bagaimana ciri balita atau anak yang kecanduan gadget. Apakah anak kita termasuk kecanduan gadget? Menurut situs Green Child Magazine, ada beberapa indikator anak-anak disebut kecanduan gadget yaitu:

  • Anak tidak bisa main dengan happy tanpa gadget
  • Anak akan tantrum ketika dipisahkan dari gadget
  • Tidak senang atau menunjukkan sikap negatif ketika berkegiatan di luar ruang/di alam terbuka
  • Tidak bisa mengikuti aturan terkait penggunaan gadget

Apakah anak kita termasuk dalam kelompok kecanduan gadget? Semoga tidak ya. Saya pribadi pernah mengalami ketika dalam sehari anak berkali-kali merengek minta handphone, dan setiap kali bosan dia selalu ingin main handphone. Dan tentu saja saat disuruh berhenti sangat susah dan end up with tantrum. Saat itu usianya sekitar 20 bulanan kalau tidak salah. 

Ternyata masalah ini bukan saya sendiri yang mengalami. Menurut situs Telegraph, dalam sebuah polling terungkap bahwa hampir 50% anak mengalami kecanduan gadget. Dalam artikel lain disebutkan bahwa 9 dari 10 anak tidak cukup beraktifitas fisik dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan ber-gadget ria.

Lalu bagaimana mengatasinya?
Saya yang awalnya santai dan berpikir anak saya tidak akan sampai pada level ‘kecanduan’, akhirnya tiba juga pada titik saya merasa ‘this must be stopped’. Dan berikut langkah yang saya lakukan.

  • Berdiskusi dengan suami

Ya, sebelum melakukan detoks gadget (terutama handphone) pada anak, saya lebih dulu mengatakan pada suami bahwa saya akan melakukan metode cold turkey untuk mengatasi atau mencegah kecanduan gadget pada anak. Konsekuensinya, gadget time saya dan suami pun harus dipangkas. Banyak. Saya mengingatkan suami untuk tidak memegang hp di depan anak. Karena anak sejatinya hanya mencontoh orang tua. Jika orang tua lebih rajin pegang hp daripada pegang buku, yaa….

  • Stop memberi gadget pada anak

Saya tak ingin perlahan mengurangi screen time anak karena saya rasa akan lebih berat. Jadi, saya langsung saja cold turkey alias tidak membolehkan sama sekali anak main hp. Walaupun anak meraung, merengek, saya tak akan kasih. Walaupun anak sedang bosan, menangis, tantrum, dan saya tahu bahwa hp bisa menjadi instan solution, tetap tidak saya kasih. Biasanya sambil saya katakan padanya, “mama ngga main hp, bapak juga ngga, jadi kamu juga ngga ya”. 

  • Alihkan dengan bacaan, mainan lain, atau hal seru lainnya

Ngga perlu membayangkan yang ribet-ribet. Sebenarnya bikin anak-anak bahagia itu sederhana kok, misal dengan main lompat-lompat di kasur, main bola, mobilan, mereka udah happy. Asalkan kita benar-benar serius menjadi teman main mereka. 

  • Ajak jalan-jalan

Kalau suami lagi di rumah, opsi lainnya adalah ajak jalan-jalan ke mana aja. Karena anakku itu kalau di luar ya yaudah, happy aja dia liat kendaraan, atau lingkungannya. Jadi ngga ada bosan atau kepikiran handphone. Ini juga cara yang kami lakukan saat menyapih, dengan jalan-jalan, dia jadi ngga minta nyusu juga. hehe..

  • Main ke rumah teman

Cara lain adalah main ke rumah teman atau tetangga. Kalau ada teman main yang seumuran dan klop, anak biasanya udah ngga minta gadget. Apalagi anak seringnya lebih tertarik dengan mainan orang lain daripada mainannya sendiri. Tapi perlu diingat, temannya juga jangan main gadget. Kalau pas kita samperin ternyata anak tetangga juga lagi main hp ya wassalam deh. 
Berdoa. Ya, di awal dan di sepanjang usaha kita mendetoks anak jangan lupa untuk terus berdoa supaya Allah memberikan kemudahan dan kemampuan. 

Cara cold turkey di atas biasanya saya lakukan selama seminggu. Setelah itu bukan berarti saya tak pernah memberikan gadget sama sekali. Saya masih mengizinkan dia main kadang-kadang, tidak setiap hari, dan tidak lebih dari satu jam (atau yaa lebih-lebih sedikit..hehe..)

Lho, terus, percuma dong kalau tetap main gadget? Eits, engga dong, moms. Ada perbedaan besar antara sebelum dan setelah didetoks. Pertama, sekarang kalau liat mama atau bapaknya pegang hp, dia ngga merengek ikutan mau main hp. Kedua, kalaupun dikasih main handphone, akan lebih mudah dihentikan, jadi ngga pake tantrum. Cukup dibilang, “satu video lagi ya, abis itu udah, oke?” dan dia akan dengan sukarela mengembalikan handphone tersebut. Atau, cara-cara halus lainnya untuk menyetop misalnya dengan mematikan wifi. Biasanya anak akan langsung mengembalikan handphone-nya, dan--yang penting--tanpa tantrum. Hehe.. 

Demikian beberapa cara yang saya tempuh untuk mengatasi anak yang kecanduan gadget, khususnya handphone. Terima kasih telah membaca sampai habis. Semoga bermanfaat.


Sumber bacaan:

https://www.telegraph.co.uk/news/uknews/11878990/Nearly-half-of-children-addicted-to-smartphones-and-tablets.html
https://www.telegraph.co.uk/news/health/news/12108895/iPad-generation-means-nine-in-10-toddlers-live-couch-potato-lives.html

Seperti halnya kegiatan lain, dalam menulis pun ada pasang surut semangat yang dialami. Dan salah satu cara efektif untuk mendongkrak semangat yang anjlok adalah dengan bertemu atau ngobrol sang ahli melalui sebuah workshop atau seminar. 


Rumah belajar menulis (Rulis) Ibu Profesional Batam kemarin menggelar acara bertajuk Menuju Blogger Profesional. Walaupun temanya cukup "wah", namun acara dikemas sederhana dengan pemateri seorang blogger profesional yang juga ketua komunitas Blogger Kepri yaitu Teh Lina Sasmita. Lebih dari sepuluh tahun ngeblog dan menjuarai berbagai kompetisi blog, Teh Lina pun penuh semangat berbagi pengalaman serta pengetahuan dengan para emak-emak. Mendengar perjalanan ngeblog Teh Lina membuat saya berdecak dalam hati, "keren kali teteh ini ya, bisa konsisten menulis selama belasan tahun".


Menurut Teh Lina, salah satu kuncinya adalah memahami dengan jelas apa kegunaan, manfaat, atau tujuan blog bagi diri sendiri. Misalnya untuk menyalurkan hobi, berbagi ilmu, berbisnis, dan lain-lain. Tujuan inilah yang akan menjadi motivasi dan mendarah daging dalam blog kita. Dan hendaknya menulis blog juga menjadi ladang pahala dengan berbagi hal-hal yang bermanfaat, bukan justru menjadi ladang dosa dengan membuka aib diri sendiri atau orang lain. Kemudian ada beberapa hal yang perlu dilakukan ketika memulai ngeblog, misalnya menentukan template atau desain blog. Ini bisa menggunakan template yang disediakan baik di wordpress maupun blogspot, atau template yang ada di website penyedia template.


Poin selanjutnya yang dipaparkan Teh Lina adalah DA dan PA. DA adalah Domain Authority, yaitu indikator (1-100) untuk mengukur seberapa populernya sebuah blog. Sedangkan PA (Page Authority) sifatnya lebih khusus ke setiap halaman di blog. Kedua indikator ini bisa dicek di situs MOZ. DA sendiri dipengaruhi oleh konsistensi kita dalam menulis. Tulisan yang konsisten dan rutin dapat menaikkan DA, juga dibantu dengan blogwalking atau meninggalkan komentar di blog lain.

Terakhir, Teh Lina membahas tentang monetize blog. Monetize blog adalah bagaimana membuat blog menjadi ladang pekerjaan/penghasilan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu dengan Adsense, pengajuan banner iklan, content placement, review produk, dan partnership atau affiliate. Kalau Teh Lina sendiri siy ngga perlu ditanya lah yaa, entah sudah berapa banyak content placement, review, atau partnership-nya. Bagi yang penasaran, bisa cek langsung blognya Teh Lina di www.linasasmita.com.

Walaupun hanya dua jam, namun workshop ini sangat berkesan bagi saya. Karena seperti yang sudah saya ungkapkan di atas, bertemu dengan ahli akan melejitkan semangat. Hal ini mengingatkan saya juga ketika datang ke acara workshop bersama Tere Liye enam tahun lalu. Saya sendiri bukan penggemar Tere Liye dan belum pernah membaca karyanya yang punya rak sendiri di Gramedia itu. 

Namun karena saya penasaran, saya pun mendatangi acara tersebut walaupun tidak full dari awal sampai akhir. Dan salah satu yang saya ingat sampai sekarang adalah, sang penulis Bulan itu mengatakan bahwa tak ada orang yang tak bisa menulis. Jika dulu pernah menulis, kemudian lama vakum, maka kalau dia mau, dia bisa menulis lagi. Saya tersentak dan langsung mempraktikannya dengan mencari info lomba menulis dan mengikuti lomba cerpen kala itu. Alhamdulillah, saat itu berhasil mendapat juara 1 lomba cerpen yang diadakan oleh Diva Press. Tapi itu sudah lima tahun lalu maaakk. 

Karenanya, saya berharap workshop dengan Teh Lina kemarin menjadi awalan lagi untuk bisa bersemangat menulis dan produktif menulis. Semoga kita semua dimudahkan dalam menebar kebaikan lewat tulisan yaa.



Cara  Mengenalkan Fase Bulan Pada Anak Dengan Menyenangkan ; Pada Ramadhan tahun ini (2019) anak-anak usia nya 5 yo & 4 yo, saya cari-cari referensi untuk kegiatan anak di bulan Ramadhan ini. Walaupun belum melaksanakan puasa sepenuh nya, berharap bulan Ramadan ini bisa penuh makna untuk anak-anak.
                     
Dari hasil pencarian referensi kegiatan dibuatlah sebuah catatan beberapa kegiatan yang akan di kenalkan dan kita lakukan pada Ramadhan ini salah satu nya adalah mengenai Hilal. Bunda sudah download printable tentang Hilal tapi ga tau gimana ya cara memulai mengenalkan ini ke anak-anak. Hehehehe.

Lalu nenek belikan anak-anak buku, salah satu nya buku Ramadhan PertamaKu. Dalam buku itu diceritakan bahwa Ibadah puasa dimulai dengan melihat Hilal. Lalu muncul pertanyaan apa itu Hilal ? kenapa bulan nya berubah-berubah ? dan diikuti dengan pertanyaan – petanyaan lain . Emang buku selalu jadi penyelamat orang yang butuh ilmu. Nah kalau udah muncul rasa ingin tahu anak-anak, Bunda lebih mudah untk mengembangkan nya. Syukur lah akhirya printable bisa keluar dari tempat penyimpanan nya. Hehe. Klo engak bisa bejamur.

Buku Ramadhan Pertamaku

Melihat bentuk bulan yang banyak pada printable anak sulung saya langsung tanya : Bunda kok bulan nya banyak ? hehe belum juga mulai cerita udah ditanya lagi. Hiihih

Jadi Hilal itu Bulan Sabit yang tipisss banget. Umat islam menjadikan Bulan sebagai tanda mulai dan berakhir nya ibadah puasa. Bulan tetap cuma satu dan bentuk nya bulat, yang mejadikan nya beda adalah karena bulan berputar mengelilingi bumi dan bagian bulan yang terkena sinar matahari itu yang menyebabkan bentuk bulan berubah-ubah biasa disebut dengan fase bulan.

Ada 8 fase bulan :

1.       Fase bulan baru ( New Moon )
2.       Fase bulan sabit muda / Hilal ( Waxing Cresent )
3.       Fase separuh bulan awal ( First Quarter )
4.       Fase cembung awal / bulan besar ( Waxing Gibbous )
5.       Fase bulan purnama ( Full Moon )
6.       Fase Cembung akhir / bulan susut ( Wanning Gibbous)
7.       Fase separuh bulan akhir ( Third Quarter )
8.       Fase bulan sabit tua ( Wanning Cresent )   

Setiap malam kami melihat bulan, main tebak-tebakan bentuk bulan  nya seperti apa ya malam ini ? Masyaallah. Kalau belajar text book dan langsung praktek pasti menyenangkan dan selalu teringat oleh anak-anak ya Bund.

Bagi anak-anak dibawah umur 6 Tahun seperti anak saya, pengenalan bulan ini dibuat ringan saja ya, agar anak tidak binggung. Insyaallah rasa ingin tahu nya akan terus muncul jika kegiatan belajar mengajar dibuat ringan menyenangkan.

Setelah mengetahui bentuk bulan, kita bisa membuat kegiatan lanjutan seperti :

1.   Mewarnai bentuk bulan. Bagian bulan yang terkena sinar matahari diwarnai dengan warna terang sedangkan bagian bulan yang tidak terkena sinar matahari berwarna gelap . Sambil mewarnai kita bisa terangkan dan bertanya bentuk bulan apa yang sedang anak-anak warnai.

2.    Mewarnai bentuk bumi. Bunda bisa menerangkan warna-warna yang akan kita pakai pada saat mewarnai bentuk bumi. Misal warna biru berarti air, sambil sedikit diberi penjelasan ala anak-anak, seperti : Allah ciptakan banyak air di bumi agar manusia, hewan dan tumbuhan dibumi tidak kehausan . Lalu  warna coklat berarti daratan, hijau berarti pegunungan jangan lupa sisipkan cerita di dalam nya ya Bund.

3.  Bagi anak-anak yang baru belajar baca tulis bisa diminta untuk menulis kata BULAN, BUMI,MATAHARI.

4.  Kebiasaan kami dirumah setelah belajar sesuatu, anak-anak mempresentasikan apa yang mereka pelajari hari ini. Presentasi ala anak-anak , biarkan mereka menjelaskan dengan bahasa nya. Tujuan nya agar Bunda bisa mengetahui seberapa banyak kosa kata yang mereka pahami, agar terbiasa bicara di depan forum kelak bisa kita mulai dari bicara didepan anggota keluarga sendiri.







DIY MAINAN ANAK BOAT RACING , - Nak Allah telah menundukan lautan untuk kita manusia.Saya memulai percakapan sebelum tidur  dan Bunda bisa bacakan Al Quran Surah Fatir (35), ayat 12

”Dan Dialah Allah yang menundukan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar, dan kamu mengeluarkan dari lautan perhiasan yang kamu pakai. Kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya supaya kamu bersyukur”.

Lalu karena agenda bermain kami adalah membuat boat racing, maka bunda lebih banyak membahas pada kalimat “ bahtera yang berlayar pada nya (laut)”. Saya mengupayakan setiap permaianan yang kami lakukan ditanam dulu ketauhidan ke anak-anak. Tentunya pakai bahasa yang mereka mudah pahami  ya Bund.

DIY kali ini sangat mudah sekali tapi tidak mengurangi keseruan anak-anak bermain.Karena mudah lebih baik kita buat sendiri dirumah bersama anak-anak.  Kita siapkan bahan nya dulu ya :

·         Styrofoam gunakan yang bekas ya agar tak menambah sampah dirumah. hehe
·         Kertas origami
·         Tusuk gigi
·         Pewarna makanan berwarna biru
·         Cutter
·         Wadah berwarna bening

Sekarang ayoook mulai membuat boat racing nya :

Potong Styrofoam menggunakan cutter seukuran 5cm x 5cm. Gunting kertas origami menjadi bentuk segitiga sama kaki berukuran 3cm x 3cm x 2cm. Tusuk tusuk gigi di bagian tengah kertas origami tersebut sebanyak 2 kali tusukan sehingga kertas berdiri seperti layar perahu. Lalu tusuk kan layar nya ke Styrofoam. Larutkan beberapa tetes pewarna ke dalam air.

Nah sekarang sudah bisa dimainakan boat ricing nya. Minta anak-anak untuk emeniup perahu nya di atas air hingga perahu bergerak maju, lebih seru lagi  main dengan banyak anak-anak.

Contoh cara main boat racing

Permainan sederhana ini punya beberapa manfaat loh Bunda, diantaranya :

1.       Mengenal alat transportasi yang berjalan diatas air
2.       Mengenal konsep ‘Perahu’, ‘laut’, ‘angin’
3.       Dan menguatkan otot rahang karena meniup

Gimana bunda ? tertarik juga untuk membuat nya ?