Komunitas Ibu Profesional Batam November 2019 lalu baru saja meluncurkan Rumah Belajar (Rumbel) terbaru yaitu  Rumbel Green. 

Rumbel Green sendiri dibuat karena antusias dari member komunitas IP Batam yang ingin belajar perilaku hidup Minim Sampah dan Berkebun. 

Di awal tahun 2020 ini  Rumbel Green mengadakan kopdar (kopi darat) perdana dengan mengundang pemateri dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Batam dengan tema "Sosialisasi Bank Sampah". 

Rida Melyana sebagai Narsum


Ibu Rida Meliyana selaku pemateri menyampaikan  bahwa tercatat 1200 ton/ hari sampah yang disetor ke TPA Punggur. Empat puluh tujuh hektar lahan yang disediakan untuk menampung sampah sudah terpakai lebih dari separo lahan yang tersedia. Batam sudah darurat sampah. Bahkan sudah pernah terjadi kebakaran di TPA disebabkan gas metan hasil dari timbunan sampah plastik bercampur sampah organik.  Sudah seharusnya kita memilah dan mengolah sampah kita dari rumah masing-masing. Tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan dari Pemerintah. 

Beliau juga sharing tentang pengalaman nya memilah dan mengolah sampah sendiri di rumah beliau. 

Sampah organik diolah menjadi kompos dengan menggunakan ember bekas cat 25 kg sedangkan sampah yang bisa didaur ulang dibawanya ke kantor untuk di timbang dan disetor ke Bank Sampah. Sehingga di rumah beliau hanya sampah residu yang dikirim ke TPA. 

Ada 21 jenis sampah yang diterima oleh Bank Sampah Batam. Sampah yang sudah terkumpul akan dijual ke perusahaan daur ulang yang ada di Batam untuk diolah. Bijih plastik adalah salah satu hasil dari daur ulang tersebut. 

Beliau juga sedang mengusahakan Bank Sampah Batam untuk bisa bekerja sama dengan salah satu perusahaan transportasi online agar nasabah lebih mudah untuk menyetorkan sampah nya . 

Bu Rida memberikan formulir bagi yang ingin membuka Bank Sampah unit di sekitar perumahan yang belum memiliki Bank Sampah. 


Bincang hangat ini berlangsung selama 1 jam setengah. Diskusi berjalan lancar jaya  member yang datang pun banyak bertanya . 

penyerahan sertifikat kepada Narasumber

Sesi terakhir dari acara ini adalah penyerahan kenang-kenangan berupa sertifikat kepada narasumber dan ditutup dengan sesi foto bersama. 



Komunitas IP ( Ibu Profesional ) Batam merombak strategi Rumah Belajar (Rumbel) nya agar "hidup" dan bergairah kembali. Jadi untuk menyamakan persepsi diadakan acara kopdar  sebagai pembangkit semangat dengan tema Rumbel Reborn. 

Yang jadi "sorotan kamera" adalah bahwa Acara Rumbel Rebon IP Batam mengusung tema Zerowaste. Sebenarnya sudah sering event ataupun kopdar komunitas IP Batam dengan tema Zerowaste yang berbeda adalah kali ini di mix dengan tema  Botanical. Epik. 

Aw..aku gemes lihat printilan Botanical yang mejeng cantik jelita di acara Rumbel Reborn ini. 

Sebagai contekan untuk mengadakan event tema Zerowaste mix Botanical  bisa di intip dari  sini :

Backdrop


Backdrop cantik nan elok ini yang menjadi pusat perhatian berpasang-pasang mata ibu-ibu muda penuh gelora untuk membangun peradaban dunia .Sihiyyy. Menggunakan kain putih yang dihiasi dengan dedaunan segar bertuliskan Rumbel Reborn. Ditambah pajangan macrame putih kece. Dedaunan yang diberi kesan seolah menebar tak pakai aturan. Membuat  backdrop ini cantik tapi ga menor, sederhana tapi ga norak.  Unik dan berseni deh kesannya.

Tidak lagi menggunakan backdrop spanduk sekali pakai langsung buang dan ujung-ujung menjadi sampah tak terurai.

Name tag & Number tag

Suasana botani pun menempel di printilan seperti Name tag & Number tag. Daun berukuran  ga terlalu besar tapi ga terlalu imut bertuliskan nama para peserta dengan tinta putih didaulat sebagai daun dengan tugas mejeng dibagian atas baju atau jilbab peserta sebagai name tag. Aku suka sekali name tag ini, ga pasaran. Lain dari biasanya. 
Name tag


Kalau kamu lebih perhatian daun  yang dipakai adalah daun sirsak. Daun sirsak dipilih karena tidak mudah layu dan teksturnya licin sedikit glowing. Jika  di mix dengan makeup highlighter   para ibu-ibu peserta acara , dijamin mata yang melihat jadi silau banget. Hehehe.  

Number tag menggunakan daun mangga beserta mangga nya. Ihh boong banget.hehehe.

Number tag

Sebagai pembeda dengan name tag , daun mangga dipilih untuk menulis number tag peserta acara Rumbel Reborn. Bentuknya yang agak memanjang, di klip pada bagian atas godie bag secara tidak simetris menjadikan penampakan godie bag ini begitu  manis. 

Catatan penting : jika ingin membuat dekorasi menggunakan dedaunan, harus dipilih daun yang tidak mudah layu. Maaf Bayam dan Kangkung kalian tidak lulus test .Tapi kalian tetap lolos di usus 12 jari ku. Ihihhih.


Godie Bag

Menolak menggunakan godie bag berbahan karton dan menggati dengan tas berbahan sponbond adalah pilihan yang tepat untuk acara tema Zerowaste.  Pasal nya tas berbahan sponbond lebih awet, tidak mudah sobek dan bisa di pergunakan kembali . 


Isi dari godie bag pun tidak melenceng dari tema event, tetap mengibarkan bendera Zerowaste yaitu cairan eco enzyme dan loufah.

Apasih kegunaan kedua benda itu, sehingga pantas untuk dijadikan buah tangan ala event Zerowaste ?

Eco enzyme adalah cairan pembersih serbaguna hasil dari fermentasi sisa konsumsi buah dan sayur. 


Sebalah kanan Eco Enzyme , sebelah kiri loufah

Sedangkan lofah berasal dari sayuran gambas yang dikeringkan guna nya sebagai pengganti spon cuci piring. Jadi loufah ini adalah spon cuci piring yang ramah lingkungan. 

Konsumsi

No kotak, no plastik mika untuk event ini. Penggunaan takir ( daun pisang yang dibentuk menjadi wadah ) lebih terlihat keren dan ramah lingkungan serta menambah wangi snack yang tersusun di dalam takir. Wangi daun loh ya bukan makan daun. Kita kan bukan embekkk.


Cemilan dengan wadah takir
Cookies dari Sabia Cookies dengan tema go green 

Air galon isi ulang siap sedia disebelah susunan snack. Peserta bisa mengisi ulang tumbler yang dibawanya  dari rumah. Peserta wajib membawa tumbler loh ya karena sudah di beritahu dari awal jika acara ini no gelas plastik sekali pakai. 


Booth

Tidak melulu barang pameran hasil karya Rumbel yang mengisi booth di event Rumbel Reborn. Tapi juga kotak donasi. 

Booth Rumah Belajar Komunitas Ibu Profesional Batam

Donasi ga melulu uang loh ya. Hehehe. Seperti Rumbel Green yang bekerja sama dengan Pepsodent & National Geographic membuka donasi sikat gigi bekas yang akan di daur ulang menjadi meja belajar dan akan disumbangkan kepada anak-anak kurang mampu. 

Drop box sikat gigi bekas

Dan Rumbel Menulis yang membuka donasi buku dari para membernya untuk menunjang program kerja book library Rumbel ini. 

Drop box rumbel menulis
Sedangkan Rumbel Memasak mempersembahkan infused water  dari  bunga telang di mix jahe, sudah pasti sehat. 

Infused water bunga telang mix jahe


Hasil karya rumah belajar craft & sew

Pokoknya di acara Rumbel Reborn ini banyak banget "penghijauan". Daun-daunan hijau sebagai hiasan dekorasi ruangan, dress code peserta berwarna hijau dipadu dengan warna millo, godie bag ikut ikut hijau. Asli seger banget ngeliat yang hijau-hijau. 

Dari kecantikan dan keasrian event Zerowaste mix Botanical ini ada pesan mulia yang diusung panitia penyelenggara event yaitu kita bisa menerapkan aksi minim sampah dimana saja bahkan di acara hajatan yang biasanya menyisakan segala  kenangan duka bagi lingkungan, yaitu sampah tak terurai. Berbagai macam printilan yang ada di event Rumbel Reborn adalah dari alam dan bisa dikembalikan lagi ke alam tanpa merusak lingkungan. 

Sekian intip-intip saya dari acara seru-seruan tapi tetap memperhatikan lingkungan. Buat saya event ini unforgettable banget. 

#RumbelReborn
#eventzerowaste
#eventbotanical

Komposter FELITA ; Membuat komposter adalah salah satu wujud rasa syukur kita kepada Allah atas sistem siklus hidup yang sempurna ciptaan Nya. 

Karena sisa konsumsi yang berasal dari tanah kita olah menjadi kompos yang berguna sebagai nutrisi tanah kita dan membuat subur tanaman kita. 

Satu lagi komposter newby di rumah. Ini dia komposter FELITA (fermentasi limbah rumah tangga). Mencari komposter FELITA di kota Batam lumayan susah didapat, karena  itu saya ada ide untuk bikin sendiri.

Saya membuatnya dari ember  bekas cat ukuran 25 kg. Cara buat nya mudah, cuma niat dan  gerak nya saja yang susah. Hihihihi. 

Bahan dan Cara Membuat Komposter FELITA
Bahan membuat komposter FELITA: 

~ Ember bekas cat
~ 2 buah tutup ember bekas cat. Salah satu tutup ember dilubangi yang berguna sebagai saringan, ini opsional boleh diganti apa pun yang penting saringan dari bahan yang ga mudah ambrol. Dan yang lainnya digunakan sebagai tutup komposter itu sendiri. 
~ Penyangga saringan. 
~ kran

Cara membuat :

Lubangi badan bagian bawah ember bekas cat, untuk dipasang kran.  Diameter lubang disesuaikan dengan lubang kran. Pasang kran di lubang tsb. 

Saringan dan penyangga saringan terbuat dari tutup ember cat 

Salah satu tutup ember bekas dibuat lubang-lubang kecil, seperti gambar, ini berfungsi sebagai saringan.

Selanjutnya kita susun.  Letakkan penyangga saringan di dasar ember, kemudian letakkan saringan di atas penyangga nya, lalu tutup. komposter felita siap dipakai. 

penyangga saringan diletakkan di bagian paling bawah ember

Letakkan saringan diatas penyangga


Cara Menggunakan Komposter FELITA
Komposter FELITA  memerlukan aktivator untuk proses fermentasi. 
Aktivator yang saya gunakan yaitu EM4. Sebelum diaplikasikan ke sampah organik EM4 kita larutkan terlebih dahulu dengan cara ; campur 20 ml EM4 dengan 10 gr gula pasir lalu tambahkan  1000 ml air . Kocok . Diamkan selama semalam. 

Sebelah kanan EM4 yang sudah dilarutkan


Cara menggunakan FELITA : 

~ Semprot aktivator secara merata pada dasar saringan.

~ Masukan sampah organik maksimal 3 cm tinggi

~ Semprot aktivator diatas sampah organik, tutup. 

~ ulangi setiap hari sampai ember komposter penuh. 

Komposter Felita akan menghasilkan 2 jenis pupuk. 

Pertama Pupuk Organik Cair (POC). POC akan berada di bagian paling bawah ember komposter maka dari itu harus dipasang kran supaya mudah untuk mengambil nya. Cara menggunakan nya campurkan POC dan air dengan perbandingan 1 : 100 . Contoh 1 sendok POC dicampur dengan 100 sendok air. Siram ke tanaman jangan mengenai daun. 

Kedua pupuk padat, setelah ember komposter penuh diamkan selama 2-3 minggu. Keluarkan isi nya lalu timbun dalam tanah. Jika tidak ada lahan untuk mengubur bagaimana ? Saya sendiri menggunakan ember berisi tanah untuk menimbun nya. Masa tunggu 2-3 minggu kompos padat siap digunakan. 

Sebelah kiri POC dan sebelah kanan pupuk padat

Ini ember yang digunakan untuk menimbun hasil fermentasi dari komposter FELITA

"Membuat kompos adalah upaya mengembalikan sisa konsumsi pada tanah untuk menutrisi bumi. Bumi yang ternutrisi menyebabkan rantai makanan dapat terus berjalan. Jika tidak melakukan pengomposan, sebenarnya kitalah yang rugi. Tanah akan kehilangan nutrisi dan makanan". ( DK Wardhani ).
Saya amaze melihat sendiri proses dari tanah kembali ketanah ini. Subhanallah. Dan memang kita harus memaksakan diri untuk terlibat dalam proses ini . Karena kalau tidak sampah organik akan menjadi sesuatu yang tidak berguna. Komposter merupakan salah satu cara kita untuk mengolah sampah menjadi berkah, mengigat sudah tidak banyak tanah kosong untuk menimbun sampah organik menjadi penyubur tanah atau sekedar menjadi humus. 

Semoga hati kita selalu di gerakkan ke arah kebaikan ya mak emak ehhh pak bapak juga dink…


Berkarya membuat 3 Dimensi City Bersama Art jam session Batam:

Senin, 4 November 2019 Art Jam Session Batam mengangkat tema Space / Ruang yang merupakan salah satu dari unsur dasar seni (Basic art element ).

Pasti nya kita pernah melihat lukisan di bidang yang datar dengan obyek di  yang berbeda ukuran (ada yang besar dan kecil ), dan ada pula yang terlihat seperti jauh maupun sepertinya dekat saat dipandang oleh mata kita, padahal lukisan tersebut sama-sama berada di bidang datar. Nah ini merupakan salah satu kegunaan dari unsur seni : space / ruang. 

Ada beberapa cara untuk menciptakan kesan ruang/space dalam karya seni, diantaranya :

# Overlapping
Dengan menumpuk benda di depan benda lain dapat memberikan efek space/ruang. Seperti lukisan Fruit and Bottle karya Chris Quinian dibawah ini. Ada tumpukan buah apel di depan sebuah botol biru, ada kesan ruang pemisah antara apel dan botol dalam lukisan tersebut

Sumber materi AJS

# Placement 
Dengan menempatkan benda secara tidak berurutan akan menghasilkan efek ruang. Contohnya pada lukisan buah peer digambar lebih besar agar terkesan dekat dengan mata ,sedangkan pada gambar pohon cemara dibuat lebih kecil agar terkesan tempanya jauh dari mata .

Sumber materi AJS

# Size 
Dengan menampilkan banyak obyek yang menyebar dan berukuran besar kecil dapat menggambarkan efek ruang. Contohnya pada lukisan obyek manusia di tampilkan menyebar dengan ukuran yang berbeda , memberikan efek perspektif , manusia berukuran kecil posisinya lebih jauh dibandingkan yang berukuran lebih besar. 

Sumber materi AJS

# Focus by Value or Colour 
Menggunakan permainan gelap terang dan kontras pada karya seni adalah salah satu cara untuk menciptakan efek ruang . Seperti pada lukisan Son of Man dibawah ini obyek yang jauh terlihat lebih pudar warna nya yaitu background langit dibandingkan dari obyek manusia dengan warna yang terang yang berada di depan nya. 

Sumber materi AJS

Dalam karya seni 3 dimensi, keberadaan space / ruang sangat terlihat jelas. Maka dari itu hands on Art Jam Session (AJS) dengan tema space kali ini adalah membuat 3 D Papper City.

PIC materi sedang menjelaskan materi space

PIC hands on, menunjukan karya 3D city dan menjelaskan cara membuatnya

Cara buat nya mudah . 

Warnai kertas yang sudah ada gambar bangunan, kita bisa googling gambar bangunan dan tinggal print out. 

Sumber youtube

Gunting gambar bangunan,

Sumber youtube
Susun bangunan rekatkan dengan lem,

Sumber youtube
Beri background dengan karton

Sumber youtube

Taraaaa.. jadilah kota masa depan impian kita ..hehehe


Supaya makin semangat yuukk kita lihat temen-temen lain yang lagi semangat buat kota impian mereka




Selamat berkreasi …...








Mana yang lebih Anda suka? Membaca buku cetak? Atau ebook?

Era digital seperti sekarang memang banyak sekali kemudahan, salah satunya dengan adanya ebook. Ebook alias buku digital memang lebih praktis dan efisien karena bisa diakses via smartphone, dan tak perlu tempat khusus untuk menyimpan. Mudah diunduh, serta lebih murah harganya, bahkan ebook gratis pun banyak bertebaran di jagat internet.

Namun, terlepas dari segala kelebihan itu, saya tetap lebih cinta dengan buku cetak. hehe.. Karena buku cetak membuat saya lebih fokus membaca, sedangkan ebook lebih banyak distraksi jika diakses via smartphone. Selain itu, buku cetak lebih aman untuk dibaca di depan anak walaupun berisiko sobek atau lecek kalau dia minta lihat.

Buku cetak pun memnghindarkan kita dari risiko mata lelah karena menatap layar gadget. Dan jika buku cetak tersebut milik kita sendiri, maka kita bisa highlight pada poin-poin penting agar memudahkan kita menemukannya. Hal ini sebenarnya juga bisa dilakukan pada ebook, tapi lagi-lagi menurut saya tidak senyaman di buku cetak.

Kalau Anda, pilih yang mana?:)
Masih di bulan Oktober yang merupakan bulan bahasa, jadi rasanya asik kalau kita membahas buku yaa.. :)
Nah, beberapa waktu lalu saya sempat baca di situs Mizan tentang maraknya buku bajakan yang beredar. Bahkan ada pameran atau bazar buku di sebuah daerah yang ternyata buku-buku yang dijual itu bajakan semua! Wadaw!

Ini mengingatkan saya pada pengalaman saya membeli buku bajakan beberapa tahun lalu. Back to the time when I still in college.. Saat itu sebagai mahasiswa yang mengandalkan cairnya dana beasiswa dan hasil ngajar privat, saya tetap ingin membaca buku untuk hiburan, tapi dengan harga murah. Sebelumnya saya tidak pernah beli buku bajakan, namun entah kenapa saya penasaran dan tergiur harga murah.

Akhirnya saya datangi toko buku di Blok M Square lantai basement. Yang pernah ke sana pasti tahu ya pasar buku di lantai basement itu. Ada yang asli, ada yang second, bajakan, baru, dsb. Saya hampiri sebuah toko yang menjual novel bajakan. Pilah-pilih sebentar, kemudian terjadilah transaksi. Saya lupa pasti harganya, mungkin sekitar 15-20 ribu per buku. It's so cheap! Saya beli tiga buah dan pulang dengan senang gembira. Namun apa yang saya dapatkan?

Setelah saya buka bungkus plastiknya, kok, ada bau-bau aneh ya? Ya! Bau bukunya tuh aneh banget! Dan memang baunya itu dari lembaran-lembaran kertas novel bajakan itu. Awalnya saya pikir, “yah, yaudah lah, cuma bau-bau dikit, tahan aja”. Tapi ternyata saya tidak tahan dengan bau tersebut. Yaiyalah, bayangkan saja, baca buku kan berarti berhadapan dengan buku tersebut tak lebih dari 30 cm, tentu saja baunya sangat menyengat. 

Ketiga novel bajakan tersebut pun tak habis saya baca. Sampai sekarang saya lupa entah di mana novel bajakan tersebut. Menyesal sekali membelinya. Kalau dipikir-pikir lagi, saya bisa beli satu buku asli alih-alih membeli tiga buku bajakan.

Selain itu, saya juga pernah membeli buku secara online, dan setelah buku itu sampai di tangan, saya curiga buku tersebut bajakan. Bukan, bukan karena bau, buku ini tidak bau, harganya pun tidak jauh beda dengan di Gramed (kayaknya). Tapi untuk ukuran buku terbitan GPU, kok kualitas kertas cover-nya jelek, dan kertas dalamnya pun lebih tipis. Karena itu saya curiga buku tersebut bajakan. Ini agak susah mendeteksinya siy kalau beli di online. Mungkin hanya dengan menelusuri review tokonya barulah bisa yakin buku yang dijual asli.

Setelah beberapa kali membeli buku bajakan, baik sengaja maupun tidak, saya cukup kapok dan enggan membeli buku bajakan lagi. Apalagi suami pun tipe yang selalu mendukung untuk membeli barang-barang yang original. 

Demikian sharing tentang buku asli vs bajakan. Semoga para pembaca yang budiman tidak melakukan kesalahan yang telah saya lakukan. Selamat membaca! Selamat bulan bahasa!

Basic Art Element : Value " membuat Fairy Latern"

Ada beberapa Basic Art Element ( elemen dasar pada seni ) salah satu nya ialah value. 

Value adalah elemen dasar pada sebuah karya seni yang menunjukan kualitas gelap terang. Gelap terang ini tercipta sebagai efek pencahayaan yang menghasilkan area terang sebagai area yang tersinari dan area gelap sebagai area yang tidak tersinari. 

Pada Senin, 21 Oktober 2019 Art Jam Session Batam memilih tema "Value sebagai nilai sentimental & kultural" . Karya seni rakyat atau Folk Art merupakan karya seni yang mengandung value. 

Folk Art  ini biasa nya dibuat oleh masyarakat sekitar dengan fungsi tertentu. Nah ini sejalan dengan karakteristik dari Folk Art yang lebih mengedepankan fungsi dan dekorasi dibanding keindahan murni dan tidak selalu mengikuti aturan proporsi sebuah karya seni malah lebih mengandung unsur tradisional dan kearifan lokal. 

Penyampaian materi oleh PIC

PIC Hands On menunjukan karya fairy latern yang akan dibuat

Supaya ga bingung dengan penjelasan diatas , coba kita lihat contohnya aja, agar lebih tercerahkan. Salah dua contohnya Basic Art Element dengan Value sebagai nilai sentimental dan kultural adalah : 

Wayang ,fungsi wayang berkembang dari  zaman ke zaman. Dulu wayang dibuat untuk menyampaikan ilmu keagamaan,lalu berkembang fungsinya menjadi penyampai pendidikan, pemahaman filsafat juga sebagai hiburan tentunya. Wayang juga merupakan salah satu seni budaya bangsa Indonesia yang memiliki karakteristik kearifan lokal. 

Sumber google

Lentera, salah saya yang menganggap lentera identik dengan Lampion kepunyaan etnis cina aja. Deuh malu deh ketaukan ilmu nya masih dangkal kayak parit depan rumah saat musim kemarau. Hehehe. Ternyataaaa, Indonesia pun punya lentera khas . Sebut saja Lentera Teng Teng dari Semarang dan Lentera Damar Kurung dari Gresik, Jawa Timur. 

Lentera Damar Kurung (sumber google)

Lentera Teng Teng (sumber google)

Lentera ini dahulu berfungsi sebagai penerangan jalan dan sekarang berkembang menjadi seni rakyat yang dipertunjukkan pada saat festival-festival guna memperkenalkan budaya lokal. 

Jadi Value dari karya seni rakyat diatas adalah penggunaan cahaya sebagai kualitas gelap terang. 

Membuat Fairy Latern
Hands On mengenai Value kali ini adalah membuat Fairy Latern. 

Cara buat nya mudah hasil nya cantik. Ini cocok buat project bareng anak-anak. 

Jar  selai, botol , toples ( bekas pakai lebih dianjurkan )  dicat bagian luarnya menggunakan cat acrilic atau cat cair. Saya lebih menyarankan untuk menggunakan spon (bisa spon cuci piring) dari pada kuas untuk mengecat jar karena hasil nya lebih rapih. 
Tempel bagian dalam jar dengan stiker atau gambar fairy atau gambar lain juga boleh sesuai kreasi. 
Boleh ditambah springkles supaya lebih cantik dan ada efek blink blink nya . 
Tempel lampu LED di tutup botol menggunakan lem tembak. 
Lampu LED , harga 5 ribuan.

Coba hidupkan lampunya dan letakkan Fairy Latern ini di ruangan yang agak gelap. Indah sekali. 

Seperti ini ya hasil kreasi kolaborasi anak-anak dan ibu nya.




Selamat berkreasi dan nikmati proses nya. 

#fairylatern
#artjamsession
#AJS