Pempek Lenjer,pempek telur,pempek tahu

Aku bucin (budak cinta) pempek. Dari jaman satria baja hitam sampe jaman Gundala Putra Petir begini aku tetep ogah tobat untuk jadi fans nya pempek.

Sanking maniak pempek , aku tau budaya makan pempek itu bukan cuma dicocol atau dicelup-celupin ke kuah cuka doang tapi di hirup langsung dari mangkok. Seperti kita mau menghabiskan kuah mie rebus tapi ga pakai sendok melainkan langsung slurupp sambil bibir nempel ke bibir mangkok. Kebayang kan?

Salah satu yang mesti diperhatikan apalagi kaum hawa penyandang status jaim akut. Pakai mangkok kecil untuk tempat kuah cuka, karena kalau terlalu besar apalagi pake panci saat menghirup kuah cuka kamu bakal terlihat seperti Suzana di film kuntilanak saat makan bakso dari panci sambil  dipandangi bang Bokir dengan muka heran. Deuhhh kalau aku mah dah kabur Bang... apalagi yang makan bakso penampakannya udah mirip kunti. hehehe.

Semua keluarga ku juga sama,  sama-sama suka makanan khas Palembang ini. We are like "a right man in a wrong place".   Kami bukan berasal dari Palembang, tapi kok obsesi banget sama pempek. Hahaha, emang kalau udah bucin ga liat-liat dirimu dan dirinya bersuku apa.

Akhirnya supaya ga jajan pempek di luar, mamaku nyoba beberapa resep membuat pempek dan masih trial error. Aku yang super males ini udah ribet duluan deh liat nya. Jadi enggan untuk mencoba.

Baru-baru ini hati ku tergugah untuk buat pempek sendiri. Keinginan ini disponsori oleh kakakku yang ikutan kursus buat pempek, dan hasilnya enak. Padahal kakakku jam terbang  masak di dapur cukup sedikit alias jarang banget masak. Aku jadi terpacu dalam melodi untuk ikutan buat juga. Emang hidayah datangnya ga disangka-sangka. Boleh dibilang ini pengalaman pertama aku buat pempek dan berhasil. 

Aku suka resep pempek ini detail banget, bahkan garam juga penyedap  pakai ukuran. Karena paling sebel kalau ada resep pakai kata "secukupnya" hadeeeh kan cukupcukup di orang bukan berarti menurut lidah kita cukup. Besok-besok ya ditakar aja gitu dengan kata pengganti "2 sendok atau 3 sendok" supaya rasa tetep sama enak nya. 

Aku bakalan kasih resep juga langkah-langkah cara membuat nya. Ikutin langkah-langkah dari awal itu perlu banget ternyata dalam dunia masak memasak, karena akan ada kutukan berupa  hasil masakan jadi beda rasa kalau ga nurut sama si pemberi resep.

Terlalu banyak celoteh akhirnya kita sampai ke tahap resep. Sengaja font aku gedein biar ga ke distrac sama omongan ngalor ngidul aku diatas tadi. Uhuk..

Ikan giling 1kg aduk-aduk pakai tangan, sampai ikan giling agak mengental,kurang lebih 5 menit. Masukan sedikit-sedikit 400ml air kedalam adonan sambil diaduk sampai mengental. Tambahkan 40gr garam, 20gr penyedap, 1 sendok gula putih, aduk lagi. Setelah ditambahkan beberapa bumbu ini adonan akan tambah kental. Lalu masukan 1 sendok minyak makan, sambil diaduk. Terakhir siapkan 500gr sagu cap Pak Tani, lalu masukkan sedikit demi sedikit  ke dalam adonan sambil diaduk. Sekarang adonan kita siap dibentuk jadi pempek. 
Sebelum membentuk adonan, didihkan air untuk merebus pempek. Jadi kita bisa membentuk adonan dan langsung cemplung ke air mendidih. Gimana tanda pempek buatan kita sudah matang di air rebusan? Apakah pakai cara seperti mengidentifikasi uang palsu "dilihat,diraba,ditrawang?" Hahha, tentu lah engak.

Tanda nya pempek akan mengapung di permukaan air. Kalau udah gitu,boleh deh tu pempek diangkat,didinginkan untuk nanti digoreng. 

Ada yang kurang makan pempek tanpa kehadiran kuah cuka. Tapi aku buat kuah tanpa takaran yang pasti. Karena aku belum menemukan resep kepastian membuat kuah pempek ini. Maksudnya kepastian ukuran nya. Kalau kamu punya resepnya bagi-bagi dong ke aku. 

Maafkan pemilihan judul yang aneh ini, gaes. Awalnya mau bikin judul cetar, tapi kok malah jorok—secara harfiah. Ini adalah satu dari sekian testimoni yang mungkin sudah pernah Anda dengar tentang eco enzyme. Bagi yang belum tahu apa itu eco enzyme silakan kenalan dulu di sini ya. Nah, jadi ceritanya, beberapa waktu lalu ada masalah di kamar mandi. Masalah kamar mandi ini semacam cerita berantai, bulan lalu plafonnya jebol, tidak lama kemudian tempat lampunya copot, dan kali ini toilet yang bermasalah. Toiletnya mampet gaes, padahal baru seminggu sebelumnya kami memanggil jasa sedot septic tank karena alasan yang sama. Karena septic tank sudah disedot, maka mampetnya toilet kali ini tentu bukan karena septic tank yang penuh, dong. Mungkin ada yang menghambat? Mm… sepertinya tidak juga, karena kalau disiram air tuh ga meluap, tapi posisi air yang udah ada ya segitu-gitu aja. Dia ga mau surut. Bingung, kan? Saya pun googling—selayaknya orang zaman sekarang ketika menemui masalah—tentang mengatasi toilet mampet dengan cara alami. Ada cara menggunakan sabun cuci piring, ada dengan baking soda dan cuka, dll. Saya hanya coba yang menggunakan sabun cuci piring, hasilnya nihil. Tiba-tiba saya terpikir menggunakan eco enzyme. Hmm… menurut seorang kawan yang ahli per-eco enzyme-an sih bisa menggunakan ampas halusnya. Saya tidak ada ampas halusnya karena eco enzyme ini hasil malak. Hahaha. Saya pun mencampur satu tutup botol eco enzyme dengan air satu gayung, kemudian siram ke toilet, dan cuekin. Hasilnya, beberapa jam kemudian, airnya mulai surut! Amazing, gaes! Mengingat sudah hampir dua hari itu air ga mau surut. Malamnya saya lebih semangat dan going extra miles, saya tuang dua tutup botol eco enzyme langsung ke toilet, tanpa dilarutkan air dulu. Diamkan. Tak lama setelah itu ternyata suami saya menyiram toilet. Level air masih sama. Namun, keesokan harinya, air toilet sudah kembali ke level normal! Wow! Suami sampai heran juga karena sebelumnya misterius banget itu toilet. Setelah itu, semua kembali normal. Alhamdulillah. Hampir saja kami harus beradaptasi dengan “new normal” di kamar mandi. Intinya, somehow, secara empiris alias pengalaman pribadi, eco enzyme itu bisa juga untuk mengatasi toilet yang mampet. Dengan catatan septic tank memang tidak penuh, ya. Kalau septic tank penuh siy mau diguyur seember eco enzyme pun sepertinya ga ngaruh.

Film ini tentang Roadtrip seorang anak perempuan yang sangat suka dengan surfing, Samudra namanya .  Perjalanan keliling pulau jawa yang sudah direncankan sedari lama bersama sang Ibu. Perjalanan yang juga punya tujuan untuk mengenal budaya juga kearifan lokal dari daerah yang dikunjungi. Perjalanan yang akan dimulai dari Pulau Rote- Nusa Tenggara Timur tempat Ia tinggal dan akan berakhir di G-land tempat Ia akan bertemu Sufer terkenal yang juga merupakan idola Sam.

Sebelum Roadtrip dimulai Sam -nama panggilan Samudra- mengunjungi nenek di Jakarta  sekaligus menghadiri acara ulang tahun sang nenek yang sering dipanggil oleh cucu-cucunya dengan panggilan grandma.    .

Di Jakarta Sam bertemu dengan sepupunya Happy namanya. Ia tidak suka berteman dengan Sam karena menurutnya terlalu kampungan. Apalagi penampilan Sam dengan rambut yang pirang, kulit hitam, dan baju simple khas anak pantai.
Sam dengan rambut pirang dan baju simple nya 

Sam saat surfing 

Kan berbeda jauh dengan Happy yang ikutan geng Galm Girl. Pakaian nya aja girly dan  banyak pakai barang branded ditambah bicara pakai bahasa inggris sebagai bahasa sehari-harinya.

Happy si girly 
Diacara ulang tahun Grandma  Sam dan Happy sempat bertengkar dan dilihat oleh Ibunya Happy. Nahhh..dari situlah Ibu nya Happy berencana untuk mengakrabkan Sam dengan Happy dengan cara mengikutsertakan Happy di Roadtrip nya Sam dan Mama Uci

Petualangan satu Ibu bersama dua anak perempuan yang berbeda karakter dengan misi mulia yaitu membuat kedua sepupuan itu kembali damai tentu akan banyak kejuatan.

Dari Jakarta menuju kota Cirebon. Disana mereka mampir ke warung makan Sate Cirebon Pak Gondrong. Kata orang: apalah arti sebuah nama . Tapi nama warung sate ini sangat mengartikan kondisi fisik si pembuat sate yaitu bapak berrambut gondrong. Uniknya kalau ada pembeli sate maka Pak Gondrong membuat atraksi membakar sate sambil menari disko, breakdance,  tak lupa gaya mengibaskan rambut ala trio macan. Pembeli  terhibur, Pak Gondrong kendur. Dipastikan dia harus banyar tukang pijit panggilan.

Pak Gondrong yang lagi joget sambil siapin pesanan sate 

Rasa dari sate itu sepertinya enak sekali, terbukti saat makan sate Happy yang tadinya ogah nyicip jadi kayak Suzana saat jadi kuntilanak, bringas. 
Noh mirip adegan di film.Suzana kan 
Lanjut perjalanan menuju Temanggung. Menginap satu malam di Bamboo Homestay. Saat sampai di penginapan Sam,Happy dan Mama Uci disambut oleh Pak Mukidi, pemilik Bamboo Homestay. Karena Pak Mukidi punya pendengaran yang kurang jelas jadi bicara nya pun keras. Maklum suara sendiri aja ga kedengaran apalagi suara orang lain. Pak Mukidi mengklaim bahwa penginapannya ini adalah tempat  orang-orang kota mencari ketenangan, jauh dari kebisingan. Memang pengianapan ini mirip pedesaan dan menyatu dengan alam. Tenang sekaliii. Cuma ada satu sumber kebisingan yaitu suara Pak Mukidi.
Bamboo Homestay
Untuk tujuan mulia tadi diatas, Mama Uci memesan dua kamar di Bamboo Homestay. Satu kamar untuk Mama Uci dan kamar yang lain untuk Sam dan Happy. Sebelum tidur mereka di suguhi wedang jahe. Sam yang sangat suka minuman manis tanpa ba bi bu langsung minum wedang jahe. Padahal minum dan makanan manis adalah sesuatu yang terlarang buat Sam, pasalnya dia mengalami kondisi sugar rush, Sam akan berubah jadi sangat hiperaktif ketika meminum atau memakan yang manis manis.



Sarapan di Bamboo HomeStay, aku jadi pingin ketempat ini

Karena minum wedang jahe Sam ga bisa tidur, kelakuannya nyanyi,joget dan ketawa. Happy yang juga ga bisa tidur karena ulah Sam mengadu ke Mama Uci. Ia memberi dua botol air putih agar Happy memberikan air itu untuk Sam minum. Sugar rush  nya akan reda jika Sam banyak minum air putih.

Dari sini hubungan kedua saudara sepupuan itu kembali lumer. Happy mulai perhatian ke Sam, menyelimuti Sam ketika Ia tertidur karena kecapean ber hiperaktif ria. Sam juga membela Happy ketika kacamata nya diambil oleh anak Pak Mukidi yang usil. 
Saat Happy menyelimuti Sam

Melewati Magelang menuju Pacitan. Mama Uci dan Sam punya kenalan di Pacitan yaitu pasangan bule dan indonesia, Norman dan Ratih yang mempunyai anak yang juga suka surfing bernama Baruna. Sam dan Baruna cocok banget seperti kakak adik yang punya kegemaran yang sama. 

Penginapan Desa Umasam tempat Mama uci,Sam dan Happy menginap adalah milik keluarga Baruna. Penginapan ini seperti resort dekat pantai yang indah.
Pantai di penginapan Desa Umasam 

Sarapan sambil ngobrol bersama Norman & Ratih


Happy tertarik dengan Baruna, nah di adegan ini sungguh ga lebay kok. Cuma ketertarikan biasa dan masih aman ditonton oleh anak-anak.

Baruna mengajak Sam dan Happy keliling resort . Bertemu dengan seorang teman Baruna, Dani namanya. Ia  adalah bule Amerika yang berpetualangan keliling Indonesia dan sangat fasih berbahasa Indonesia. Ini kan bertolak belakang dengan Happy sebagai orang Indonesia yang selalu pakai bahasa Inggris setiap ngomong. 

"Happy,  bisa bahasa Inggris itu penting tapi kalau sesama orang Indonesia aja pakai bahasa Inggris, lama-lama nanti kita lupa dengan bahasa kita sendiri" ini ungkapan Baruna untuk Happy dan setelah adegan ini udah pasti Happy kebanyakan pakai bahasa Indonesia. The power of Cinta Monyet. hahaha

Setelah pamitan dari Pacitan, petualangan mereka berlanjut ke Bromo. Sam sudah memimpikan  dari jauh -jauh hari untuk melihat matahri terbit dari Bromo. Hotel Rehat Bromo tempat mereka istirahat. Di restoran hotel mereka bertemu dengan grup dancer, Ordinari yang akan melakukan pemotretan dengan latar belakang Bromo. Mereka berkenalan dan sedikit mengobrol.

Pemandangan di Bromo 

Saat malam menjelang, sebelum istirahat terjadi konflik antara Sam dan Happy. Berawal dari ngobrol jadi malah saling ejek. hahah. Ya ampun aku merasakan kalau film ini hampir real. Karena anak perempuanku juga begono kelakuannya. hahaha

Karena cek cok mulut anatara kedua gadis kecil itu, Happy malah kabur dari hotel saat Sam dan Mama Uci pergi subuh-subuh untuk melihat matahari terbit.

Mama Uci kelimpungan, dia bertanya ke orang sekitar apakah melihat anak dengan ciri-ciri seperti Happy?. Dari informasi orang sekitar bahwa Happy kabur dan menjadi penyusup di mobil grup Ordinari. Untunglah Mama Uci sempat diberi kartu nama manager grup dancer itu. Ia mencoba menghubungi Mama Mela (manager Ordinari). Harap jangan bingung karena banyak mama-mama di film ini. hihihi. Kembali ke cerita. Malangnya signal di sekitar penginapan kurang baik, jadi Mama Uci belum juga berhasil untuk menghubungi Mama Mela. Begitupun Mama Mela setelah tau ada Happy di dalam mobilnya, dia pun terus mencoba menghungi Mama Uci

Hingga akhirnya Happy dan robongan Ordinari bertemu dengan Dani. Masih ingat Dani yang mana? coba baca ulang dari atas. iyuuuhhhhhh. Dani sang petualangn itu punya banyak amunisi untuk mendukung petualangannya, salah satu nya telpon genggam dengan antena yang tetep bisa terhubung disaat signal ga nyambung-nyambung. Mama Uci pun berhasil dihubungi untuk menjemput Happy.

Waktu sudah banyak terbuang padahal G Land sudah menunggu Sam untuk bertemu dengan Kailani, idolanya. Mama uci mempercepat laju mobilnya untuk bisa sampai ke G Land tepat waktu. Oho, ternyata mobil mereka mogok ditengah jalan pemirsahhhh.

Sam dan Happy mencari air untuk mobil mereka. Mengetuk salah satu pintu rumah warga sekitar, untuk mendapatkan air. Walaupun air sudah di dapat, sayangnya mobil tetap saja belum bisa jalan.
  
Untunglah ada pertolongan dari teman yang sempat mereka temui juga di Bromo. Grup Ordinari lagi ? tentu bukan. Grup itu sudah habis cerita nya. Tapi yang menolong mereka adalah fotografer yang memotret grup Ordinari di Bromo. heheh

Mobil Mama Uci dibawa untuk diperbaiki, sedangkan Sam,Happy dan Mama Uci menunggu ditempat mobil mereka mogok. Sam dan Happy melihat anak dari pemilik rumah yang dimintai air tadi sedang sakit. Happy bilang kalau itu gejala sakit usus buntu dan harus dioprasi karena happy pernah mengalaminya. Sam dan Happy meminta Mama Uci agar  bisa membawa anak tadi ke Rumah Sakit. 

Mobil belum ketahuan waktu perbaikannya berapa lama. Sedangkan Sam juga harus nonton pertunjukan idolanya surfing di G Land.  Mama Uci bingung tapi tetap harus memutuskan. Sam juga memohon untuk membawa anak tadi ke Rumah Sakit saja dan dia berkorban untuk tidak bertemu Kailani Jonhson.

Apakah keputusan Mama Uci? lebih seru ditonton dan dapatkan jawabnya. hehehe. 

Nonton film ini buat ku "cuci mata secara virtual", gimana enggak? kita disuguhkan dengan pemandangan indah alam Indonesia yang beneran aku juga baru tau tempat-tempat itu. Otakku seperti otomatis menyimpan informasi nama-nama tempat yang dikunjungi di film ini, dan berdoa semoga bisa kesana.hihi Aku juga bisa berdiskusi dengan tema keaneka ragaman budaya Indonesia bersama anak-anak juga  pentinggnya bersikap humble  dimana pun kita berada. Oiya film Ku Lari Ke Pantai ini juga mengajarkan aku agar lebih bisa mendengar  dan menghargai opini dari anak-anak. Mengajarkan anak lebih cinta ke alam pedesan dan tidak terlena dengan kehidupan yang memudahkan seperti dikota.


"Kita telah mengambil banyak dari tanah. Mari kita kembalikan sisa konsumsi organik kita untuk menutrisi tanah kembali" Sita Pujianto (Penggiat hidup minim sampah)

Mengkompos adalah cara kita untuk mengembalikan sisa konsumsi organik kita ke tanah dimana tempat ia tumbuh sebelumnya. Jaman dulu orangtua kita membuat juglangan semacam lubang di tanah untuk mengubur sampah organiknya, karena memang tidak ada petugas kebersihan seperti sekarang ini. Tapi dengan begitu justru tanah-tanah disekitanya menjadi subur.


Sekarang segalanya serba dipermudah, urusan sampah diserahkan ke petugas kebersihan. Tapi sayang nya sistem mengolah sampah di Negara kita masih menggunakan open dumping.  Semua jenis sampah dicampur dan di kubur di lahan TPA. Pencampuran sampah ini berbahaya loh, dapat mencemarkan air dan tanah juga menjadi sumber penyakit.

Saatnya kita memilah dan bahkan mengolah sendiri sampah organik yang kita. Caranya bagaimana ?   Dengan Mengkompos

Untuk urusan persampahan ini kita harus bergerak bersama, seperti hal nya Rumah Belajar Green (Rumbel Green) Komunitas Ibu Profesional Batam. Rumbel dengan member yang punya visi dan misi yang sama, dimana para member yang berisi Ibu-ibu yang ingin belajar dan sharing tentang hidup berkesadaran akan bahaya sampah yang tidak terakomodir dengan baik.

Selama empat hari berturut-turut ada empat member Rumbel Green yang berbagi pengalaman mereka memakai komposter dengan empat metode yang berbeda. Empat member yang terpilih untuk "sharing"  sudah menjalankan kegiatan mengkompos selama kurang lebih dua tahun. Tujuannya agar  member yang belum mulai mengkompos "ngiler" untuk ikutan mengkompos juga.

Nah ini dia empat metode mengkompos yang di "sharing" oleh member Rumbel Green Batam:

Compost Bag Easy Grow (Narsum oleh Alin Susiana)
Compost Bag Easy Grow credit by Alin Susiana

Design komposter ini seperti karung dengan "jendela" dibawah karung yang gunanya untuk memanen kompos yang sudah jadi. Setelah kita mengeluarkan kompos dari bawah karung maka sudah pasti kita bisa langsung memasukkan sampah organik kita lagi. Artinya kita tidak harus menunggu sampah yang lapisan atas terurai untuk bisa memanen pupuk komposter jenis ini.

  
Komposter Karung Sederhana (Narsum oleh Erli Oktania)
Komposter karung credit by Erli Oktania

Komposter jenis ini seperti Compost Bag Easy Grow versi murah dan mudah. Murah karena nyaris tidak mengeluarkan modal untuk membeli bahan komposter. Pemakaian yang mudah karena tidak perlu di aduk-aduk, cukup masukan sampah organik, tanah, dan daun kering.

Diskusi tambah menarik dengan membahas mulsa alami yaitu pelindung tanah terbuat dari bahan organik kering seperti kulit telur , kulit bawang, kulit buah ataupun sayur yang dikeringkan. Mulsa berguna untuk menjaga tanah agar tanah tidak terlalu lembab saat musim hujan dan tidak terlalu kering saat kemarau.  

Komposter FELITA (Narsum oleh Putri Pamelia)


Komposter Felita credit by Putri Pamelia

FELITA (Fermentasi Limbah Rumah Tangga) merupakan komposter menggunakan ember/drum dengan kran sebagai tempat mengeluarkan POC (Pupuk Organik Cair). Yuppp, jika menggunakan komposter jenis ini kita akan mendapatkan dua jenis pupuk. Pupuk padat dan pupuk cair. Termasuk jenis komposter anaerob ini tahan terhadap panas maupun hujan jika diletakkan di luar ruangan. 

Komposter Ember (Narsum oleh Safri Muza)


Komposter Ember 

Komposter ini hampir sama dengan komposter FELITA hanya saja tidak menggunakan. Jenis komposter aerob atau memerlukan udara, maka dari itu perlu dilubangi pada bagian bawah ember dan samping ember.  Hasil dari komposter ember adalah pupuk padat.

Menggunakan keempat jenis komposter  diatas diperlukan untuk  tiga unsur :
 ↪Unsur hijau yaitu sampah organik
↪ Unsur hitam yaitu tanah
↪ Unsur coklat yaitu daun-daun kering, ataupun bubuk sekam kering

Kalau ketiganya ini sudah lengkap, dijamin kompos kamu ga bakalan gagal.

Karena kegiatan baik seperti mengkompos ini harus kuat fondasi berfikirnya agar berkelanjutan, bukan hanya mengikuti trend  sesaat. Jadiiii diskusi hari terkhir ini lebih padat berisi dengan menguatkan Strong Why "Mengapa harus mengkompos?".

Nah ternyata dengan mengkompos sisa konsumsi yang biasanya masuk ke tong sampah dan berakhir di TPA serta menjadi sumber penyakit, bisa loh menjadi sedekah kita yang mengalir untuk bumi. Kita bisa menafkahi jutaan makhluk dan mikroorganisme didalam tanah dan memberikan nutrisi bagi tanah yang nantinya tanah tesebut kembali menafkahi kita dalam bentuk buah dan sayur. Masyaallah bener-bener simbiosis mutualisme dan keseimbangan alam.

Gimana? kamu sudah punya pilihan komposter untuk turut serta mengjaga keseimbangan alam?

Resensi Buku Pembelajar Mandiri ; Pernahkah mendengar  kata Homeschooling ? atau pada masa pandemi  covid19  begini malah lebih sering melihat flyer nya untuk mengetahuai serba serbinya. Dilihat dari makna harafiah seperti "belajar di rumah". Tapi tentu aja bukan begitu maksud sebenarnya. 

Sekitar tahun 2016-2017 aku sering membaca tulisan dari praktisi Homeschooling  dan aku tertarik untuk menjalaninya. Semenjak tertarik aku cari tahu tentang Homeschooling  yang merupakan salah satu metode belajar selain sekolah yang juga diakui sebagai pendidikan non formal oleh Negara. 




Qodarullah saat ikut workshop tentang Homeschooling aku dapat hadiah doorprice buku Pembelajar Mandiri yang ditulis oleh Yudis seorang homeschooler. 

Pembelajar Mandiri  bercerita tentang pengalaman Yudhistira Gowo Samiaji (Yudis) yang menempuh jalur pendidikan Homeschooling. Yudis dan keluarganya menyebut sebagai pembelajar mandiri atau pembelajar otodidak. 

Campur baur pengalaman Yudis selama menjalani Homeschooling tertulis dalam buku ini dengan bahasa yang ringan tidak terlalu teoritis. Mulai dari menginjak usia dini Yudis sudah resmi menjadi seorang Pembelajar Mandiri. Ayah dan Ibunya pun tidak menyewa guru private kerumah untuk mengajarkan Yudis. Mereka juga tidak menjadi guru bagi anak-anaknya. Lalu bagaimana Yudis belajar ?

Orangtua Yudis menyebut diri mereka sebagai fasilitator belajar anak. Yudis diarahkan untuk mencari tahu apa yang mau ia ketahui, belajar apa yang mau ia pelajari melalui buku maupun internet. Yudis juga belajar dengan cara Project Based Learning yang membuat ai terbiasa membuat rencana proyek dan mengeksekusinya sebagai alat untuk latihan mengembangan manajemen diri.


Pasti selalu ada tantangan disetiap kehidupan, begitu pula pada metode belajar yang Yudis jalani. Ia penah dihadapkan pada pilihan melanjutkan les gitar untuk meniti cita-cita nya keliling dunia sebagai pemain gitar handal atau harus berhenti karena merasa tidak ada peningkatan keahlian dalam bermain gitar. Dan pilihan itu tentu ada ditangan Yudis yang saat itu berusia kurang dari 15 tahun. Dalam buku ini ada beberapa cerita kegagalan yang Yudis alami dan membuatnya belajar banyak dari kegagalan itu. Dan itulah yang selalu dibangun oleh orangtuanya, belajar dari keberhasilan sekaligus kegagalan

Jujur ya aku terhanyut membaca cerita tentang pengalaman Yudis belajar secara mandiri. Kagum dengan orangtua yang punya banyak cara untuk membuat pengalaman belajar anaknya jadi beragam dan mengasyikan. Belajar langsung praktik bukan hanya sekedar teori

Saat belajar tentang politik, Yudis dan Ibunya ikut turun kejalan melihat bagaimana situasi dan merasakan kampanye partai politik. Keasyikan belanja kepasar juga bisa jadi salah satu bentuk kegiatan belajar sama hal nya ketika Yudis memasak, jalan pagi dan banyak kegiatan lagi kegiatan keseharian sebagai penunjang life skill kelak.

Paling seru ketika Yudis belajar sambil jalan-jalan yang sering disebut oleh keluarganya dengan Travelschooling. Diceritakan saat travelschooling mereka mengunjungi rumah dengan eksterior yang biasa tapi pada halaman belakang ada sawah tempat bercocok tanam sendiri lengkap dengan sungai juga sapi. Berkunjung ke salah satu tempat usaha yaitu owener sepeda bambu Spedagi yang karya nya lebih terkenal di Jepang dan Eropa daripada di Indonesia. Wahhh kalau disuruh milih akupun mau belajar dengan cara seperti ini.hahah


Dalam buku Pembelajar Mandiri ini Yudis bercerita bahwa tidak ada kesulitan untuknya dalam bersosialisasi. Ia banyak ikut komunitas, Organisasi, klub kegiatan. Bahkan Yudis merasa pertemanannya cukup luas, tidak hanya berteman dengan teman yang seumur tapi juga berteman dengan yang lebih tua bahkan lebih muda dari umurnya. Prinsip yang dipegang yaitu saling menghormati dan saling menghargai.

Magang. Dalam bukunya Yudis menceritakan pengalaman magang di perusahaan teknologi tanpa koneksi dari orangtua maupun kenalan. Dengan portofolio yang dibuat, Yudis berhasil menjalankan magang di tiga tempat : Perusahaan Teknologi, Boardgame.id dan Magang sebagai Data Scientist.

Pada saat usia 18 tahun tibalah saat memilih antara bekerja, membuat usaha atau kuliah. Pilihan yang harus Yudis pikirkan secara benar karena akan berpengaruh pada kehidupannya. Nah pilihan mana yang dipilih oleh seorang Pembelajar Mandiri  sepertinya. Silahkan baca sendiri bukunya . heheh

Buku dengan 266 halaman, 5 bab, 43 sub bab ini dijamin ga buat bosen baca. Membacanya buat kita melek akan dunia pendidikan dan julur belajar yang tidak konvensional. Dari 5 bintang, buku ini aku kasi skore 4, karena buku ini paling sering aku baca  ketika butuh suntikan semangat untuk menjalankan Homeschooling di rumah.
Judul Buku : Aku Cerdas Mengelola Emosi
Penulis : Watiek Ideo & Fitri Restiana
Penerbit : BIP ( Bhuana Ilmu Populer)


Buku ini aku beli karena kebutuhan untuk mengenalkan ke anak-anak tentang emosi sangat urgent. hahaha. Maklum anak-anak sudah akan menyentuh angka 7 tahun, emosinya makin lama makin beragam dan aku gagap untuk mengatasinya. 

Buku Aku Cerdas Mengelola Emosi adalah termasuk katagori chapter book,  terdiri dari 10 bab. Setiap bab mendeskripsikan jenis emosi dan cara mengelolanya. Berisi 10 cerita pendek tentang contoh-contoh emosi yang sering keluar pada diri anak-anak. Dalam buku ini anak-anak diajak untuk mengenali emosi agar kelak bisa mengendalikan nya.  Ilustrasi dibuku ini juara banget  deh, gimana enggak ada 10 ilustrator yang berkontibusi dibuku ini. Sebagai seorang  yang cuma bisa gambar pemandangan strandar  kayak aku, ilustrasi  gambar disini cakep sehingga membuat buku dengan 146 halaman ga bosan untuk dibaca sampai akhir.

Adapun daftar isi cerita pendek yang ada di dalam buku  Aku Cerdas Mengelola Emosi ,yaitu :

➽ Roti Kesukaan Sisi
➽ Lomba Busana
➽ Boneka Bersama
➽ Sakit Gigi
➽ Jajanan Lezat
➽ Kado untuk Ibu
➽ Krisan Kiki
➽ Bermain di Taman Kota
➽ Barang baru
➽ Ketika Ayah Pergi

Bagian favourite cerita dalam buku ini bagi anak perempuanku adalah cerita berjudul "Krisan Kiki". Alasannya karena dia lagi suka bunga-bunga dan tanaman. Lain dengan anak lelakiku yang suka dengan cerita "Ketika Ayah Pergi" alasanya karena suka liat mobil Ambulance.heheh.Absurd .

Penggalan cerita "Krisan Kiki"

Cover sub judul "Ketika Ayah Pergi"

Membacakan buku Aku Cerdas Mengelola Emosi  bukan cuma  jadi seperti pasang kuda-kuda buat anak tapi juga buat orangtua ketika anak-anak meluapkan emosi yang datang tanpa permisi. Orangtua sebaiknya bersikap seperti apa ketika anak-anak sedang kecewa karena gagal, iri karena anak lain punya mainan baru, jadi penakut sampai tidak mau mencoba hal positif yang baru, ataupun sabar dalam proses. 

Karena buku ini adalah jenis buku cerita bergambar panjang dengan gambar yang mendeskripsikan cerita jadi buku ini cucok dibacakan anak usia 4-8 tahun. Untuk anak-anak yang baru mulai belajar membaca, buku Aku Cerdas Mengelola Emosi bagus jadi bahan bacaan karena ukuran huruf tidak terlalu kecil, tata bahasa yang baik dan  kosakata baru banyak bermunculan disini.

Buku Aku Cerdas Mengelola Emosi masuk ke  recommended book deh.  Dalamnya terdapat kisah sehari-hari pasti lebih mudah memasukkan nilai moral ke anak-anak.

Membacakan buku adalah salah satu cara yang paling halus untuk menasehati anak. Seperti para pakar pisikolog anak bilang " Anak-anak adalah peniru ulung". Selain meniru tingkah laku secara nyata dari orang-orang terdekatnya, mereka juga senang meniru dari media lain, salah satunya ya BUKU.  Jadi penting buatku memilihkan buku-buku yang punya value moral,agama juga life skill.






Beberapa koleksi Anggrek dendrobium di rumahku

Salah satu tanaman hias yang menarik hatiku untuk dipelihara yaitu tanaman Anggrek. Sekitar 4 tahun belakangan ini aku  positif masuk ke jajaran Anggrek Lover. Sebenarnya ini adalah jatuh cinta dengan keterlambatan yang hakiki. Hiks. Walaupun sedari kecil sering membantu Mamaku merawat tanaman Anggrek tapi tidak serta merta aku  berminat untuk menyayanginya. Mengapa oh mengapa setelah ribuan purnama dan umurku sudah menyentuh angka tiga aku malah falling in love. 

Tanaman Anggrek memang perlu perlakuan khusus agar dia selalu berbakti. Apalagi saat musim hujan begini. Sepupuku sesama pecinta Anggrek malah mengclaim jika merawat Anggrek lebih mudah saat musim panas daripada saat musim penghujan. Pasalnya tanaman Anggrek akan cepat busuk jika dibiarkan terkena air hujan yang terus menerus.

Walaupun tanaman Anggrekku belum banyak seperti penggemar Anggrek yang sudah sangat militan boleh donk ya aku membagikan sedikit tips untuk merawat Anggrek saat musim hujan.


Pindahkan Tanaman Anggrek 

Jika kamu menanam Anggrek di lahan terbuka sebaiknya saat musim hujan kamu masukkan Anggrek ke tempat yang tidak terkena hujan secara langsung tapi masih bisa terkena sinar matahari saat musim hujan ini. Tempat semacam ini di rumahku adalah garasi mobil, bisa juga pekarangan yang sudah ada penutup atap. Untuk sementara Anggrek "diungsikan ke tempat semacam ini dulu. Tentu perlu keluaangan  tenaga dan waktu lebih buat kita untuk memindahkannya.Ga papa deh, dari pada Anggrek meregang nyawa, lebih baik kita bergerak untuk menyelamatkanya.

Bagi yang sudah punya ratusan tanaman Anggrek pasti sudah mengantisipasi jika musim penghujan dengan membuat  greenhouse sehingga ga perlu lagi memindakan Anggreknya


Semprot bukan Siram

Cuaca musim hujan tentunya dingin. Banyak curah hujan dan sedikit sinar matahari . Sebaiknya Anggrek kena air tipis tipis dengan menyemprot bukan langsung disiram. Walaupun media tanamnya adalah arang yang menurut sebagian pakar mengatakan bahwa media arang  membuat Anggrek lebih tahan banting daripada dengan media tanam MOS tapi tetap saja aku memperlakukan nya sehati-hati mungkin.

Jangan Sayang Membuang

Punya tanaman apapun tentu harus perhatian pada setiap bagian tanaman. Untuk Anggrek coba perhatikan pada bagian batang dan daun. Jika ada yang busuk,layu ataupun terkena jamur jangan sayang untuk memotongnya. Karena akan membuat Anggrek sulit subur jika tidak segera dibuang.


Perlukah Pupuk ?

Mamaku punya banyak tanaman Anggrek dan membudidayakannya, tapi walaupun terus bertambah banyak dia tidak pernah memberinya pupuk. Perawatannya cuma disiram pagi dan sore, jika terkena hujan beliau tidak menyiramnya. Anggrek Mamaku ini tidak berbunga terlalu sering tapi menurutnya ada musim sendiri .

Seiring mudahnya mendapat informasi di jaman teknologi ini, tentu banyak pengalaman merawat anggrek dari pecinta anggrek lainya yang mudah juga aku dapat. Itu membuat aku jadi ingin mencoba untuk memberi pupuk pada Anggrekku karena melihat hasil bungga yang terus bermekaran. Tentunya pilihanku pupuk harus yang alami. Resep ini  pernah dicoba bersama sepupuku yang juga pecinta Anggrek itu.

Pupuk ini terbuat dari air kelapa yang sudah tua dicampur dengan bawang merah yang ditumbuk. Air kelapa bisa kita dapatkan dari penjual santan. Pupuk diaplikasikan satu minggu sekali.

Memupuk membuat kita ga terlalu bersedih hati dengan batang yang busuk karena akan banyak muncul akar-akar yang kuat  dan tunas-tunas baru pada Anggrek kita.


Sekian tips sederhana ala  newbie kayak aku. Tips-tips ini aku dapat dari pecinta anggrek lainya dan tidak semua tips dari mereka aku aplikasikan hanya yang menurutku mudah dan tetap membuat tanaman Anggrek bisa bertahan saja.

Kalau kamu punya tips lain nya boleh donk bagi ilmunya ke aku.

#RumbelMenulisIPBatam
#RulisKompakan
#KomunitasIPBatam


Bubuk udang
Penyedap masakan dari kulit udang; Alhamdulillah belajar zero waste membuat saya menjadi seseorang yang suka mencari cara "Bagaimana sesuatu tidak terbuang percuma". Reuse dengan cara dipakai ulang dan diperbaiki adalah salah satu cara untuk mencegah sisa konsumsi yang tidak ingin dipakai lagi menjadi terbuang.

Sisa kulit dan kepala udang adalah sisa konsumsi yang bisa kita pakai ulang. Dari pada terbuang percuma lebih baik mereka kita manfaatkan dulu. Bisa dijadikan apa saja? 

Air Kaldu dari Kepala & Kulit Udang 
Biasanya kulit dan kepala udang ini selalu saya buat kaldu, ini ajaran dari mama saya. Cara nya :

# Cuci bersih kulit & kepala udang 
# Tiriskan
# Rebus kulit & kepala udang dengan air yang disesuaikan dengan takaran udangnya
# Rebus sampai mendidih
# Lalu saring air kaldu dari kulit & kepala udang

Air kaldu udang siap di pakai. Boleh disimpan dalam kulkas agar lebih awet. 

Kulit & kepala udang yang sudah direbus dan diambil kaldunya bisa dimasukkan ke Lubang Resapan Biopori atau ke komposter untuk dijadikan pupuk.

Penyedap masakan (bubuk udang) dari kulit & kepala udang 
Cara yang kedua adalah dijadikan bubuk udang sebagai pengganti penyedap masakan. Baru-baru ini saya baru tahu jika sisa konsumsi udang bisa di jadikan bubuk udang.

Bubuk udang saya tambahkan ke dalam masakan tumis maupun kuah. Masakan seperti ada rasa udang walaupun tidak sekuat jika kita membuat bubuk udang dari dagingnya. 

Menurut saya cara ini efektif untuk me-reuse sisa konsumsi dari udang. Karena apa ? 

Setelah si kulit & kepala udang ini di jadikan bubuk udang maka tidak ada yang bersisa lagi, semua bisa di makan. 

Cara nya :

# Cuci bersih kulit & kepala udang
# Tiriskan
# Sangrai/oven kulit & kepala udang sampai kering tapi tidak gosong
# Blender bahan yang sudah di sangrai/oven, tambahkan gula, garam, merica, bawang merah dan bawang putih goreng

Bubuk udang siap pakai. Letakkan di kulkas agar lebih awet. 

Mudah kan membuat ke dua cara untuk me- reuse sisa konsumsi udang. Silahkan di coba, atau yang sudah coba boleh kasi tips nya yang paling yahuttt menurut versi kalian.

Ternyata banyak cara untuk tidak hanya dibuang ke tong sampah dan menambah tibunan "dosa" kita di TPA. Hihihi. 

Asal kita kreatif dan rajin mencari info pasti ada jalan untuk setiap masalah sampah kita. 

#belajarzerowaste
#minimsampahdarirumah
#bubukudang
#kalduudang

Mini Workshop Eco Enzyme, Rumbel Green Komunitas IP Batam ;
Setelah launching November 2019 lalu Rumbel (Rumah Belajar) Green Komunitas Ibu Profesional Batam mengadakan acara mini workshop Eco Enzyme dan terbuka untuk umum. 

Rumbel Green biasanya berbagi dan belajar bersama prihal hidup minim sampah  dengan member satu komunitas tapi kali ini Rumbel Green mencoba memberi kebermanfaatan dan kesempatan belajar bersama bagi non member. 

Foto bersama peserta workshop Eco Enzyme

Mini workshop eco enzyme diadakan untuk mengedukasi pengolahan sisa konsumsi/sampah organik menjadi eco enzyme yang kaya manfaat.


Sabtu, 14 Maret 2020 acara mini workshop eco enzyme  yang dihadiri oleh 30an peserta berlangsung diaula perpustakaan daerah Kepri- Batam. Kenapa disebut mini workshop? Karena peserta dibatasi 30 orang saja agar peserta dapat fokus terhadap apa yang sedang dipelajari.

Peserta Acara

Acara workshop dimulai sesuai dengan budaya komunitas yang sedang diusahakan oleh member yang kebanyakan adalah Ibu bekerja di ranah domestik yaitu budaya OTW ( Ok Tepat Waktu) dan Zero Waste, sehingga peserta diminta untuk membawa tempat minum sendiri dan panitia hanya menyediakan air minum isi ulang. 

Display pernak pernik menggunakan blackboard lebih epik dan tidak menimbulkan sampah

Jam 8.30 dibuka pendaftaran ulang selama 30 menit. Saat daftar ulang peserta workshop eco enzyme harus mencuci tangan menggunkan hand sanitizer yang sudah disediakan di meja pendaftaran, ini adalah salah satu upaya pencegahan penyebaran virus yang saat ini sedang marak. Menariknya Hand Sanitizer dibuat menggunakan eco enzyme. Peserta juga langsung mendapatkan starter kit berupa bahan praktek pembuat eco enzyme yaitu wadah ember 5L dan molases 300gr, serta snack dengan wadah takir sebagai upaya minim sampah di event ini.   

Hand Sanitizer dimeja pendaftaran

Selain konsumsi, dekorasi pun harus sesuai dengan kaidah event zerowaste yang sejatinya tidak menghasilkan sampah atau meminimalisir adanya sampah apalagi sampah yang tak terurai. Banner reusable dibuat untuk setiap event Rumbel Green, papan ucapan selamat datang menggunakan papan tulis whiteboard. Spanduk acara digantikan dengan papan tulis blackboard. Ini yang selalu saya suka : dekorasi epik. Ternyata dekorasi unik cantik masih bisa dihadirkan walaupun tidak menggunakan spanduk atau printilan sekali pakai.

Snack menggunakan takir sebagai wadah


Jam  09.00 MC membuka acara mini workshop Eco Enzyme. Diawali kata sambutan  oleh Fitriza Prima selaku ketua komunitas Ibu Profesional Batam. Sambutan tersebut berisi pengenalan komunitas IP dan Rumbel Green kepada member non IP dan tujuan diadakan nya acara workshop .

Fitriza Prima sebagai ketua Komunitas Ibu Profesional Batam

Kurang lebih satu setengah jam mbk Erli Oktania sebagai narasumber memberikan materi Eco Enzyme dan disusul dengan berbagai pertanyaan oleh peserta yang antusias sekali. 

Ibu Erli Oktania sebagai narasumber Eco Enzyme

Tiga puluh menit kemudian peserta dengan membawa staterkit diarahkan ketempat praktek membuat Eco Enzyme. Dengan dipandu oleh narasumber para peserta langsung praktek membuat eco enzyme. Bahan seperti sisa konsumsi buah maupun kulit buah serta timbangan juga air  sudah pun disediakan oleh panitia acara.  
Praktek membuat Eco Enzyme
Selesai praktek peserta masih antusias bertanya hal tentang eco enzyme ini, sehingga panitia harus menyediakan ruang bertanya online melalui whatsapp grup selama tiga hari pasca acara mini workshop eco enzyme. 
Spanduk "Selamat Datang" diganti dengan whiteboard bertuliskan "selamat datang"
Banner reusable Rumbel Green, 

Dilanjutkan ke acara bagi-bagi hadiah. Bagi peserta yang dapat menjawab pertanyaan dari narasumber maka berhak mendapatkan hadiah dari sponsor acara yaitu  produk dari Cikapa (IG @cikapa_26) dan bros cantik dari @nanabim_id Juga pembagian hadiah Rumbel Challenge bagi tiga pemenang member Rumbel Green yang mengikuti tantangan Cuci Plastik.
Dipenghujung acara panitia mengadakan mini bazar. Diantara produk yang dijual adalah : Molases, tas belanja Rumbel Green, wadah 5 liter, starter kit. Selain antusias belajar rupanya peserta juga antusias belanja. Hehe

Bazar digelar di atas panggung 
Acara dimulai tepat waktu dan ditutup juga dengan tepat waktu. Setelah acara bagi-bagi hadiah, tepat jam 12.00 wib acara ditutup dengan foto bersama.

Terimakasih kepada sponsor acara mini workshop eco enzyme : @tobakue_legenda & @cikapa_26 yang mendukung keberlangsungan acara ini. 

Alhamdulillah  acara berjalan dengan lancar dan sukses . 🎀🎀🎉🎉🎉🎊🎊🎊


Apakah yang biasa kita lakukan dengan sampah plastik bekas kemasan? Membuangnya ke tempat sampah ? Membiarkan nya terbang tertiup angin hingga terbang kemanapun ia mau dan mendarat di laut termakan oleh biota laut atau mendarat di tanah dan mencemari tanah ? 

Ya perilaku itu sebagian kita lakukan dan tanpa disadari merusak makhluk hidup yang berdampingan dengan kita dan merusak lingkungan kita

Tapi beda halnya dengan mbak Umi Salamah pemilik akun Facebook Umi Salamah ini mengubah sampah plastik bekas kemasan menjadi kerajinan tas yang tak kalah cantik dengan tas lain pada umumnya. Ga hanya itu tas ini pun kuat karena memakai metode anyam. 


Rumbel (Rumah Belajar) Green Komunitas Ibu Profesional Batam kembali mengadakan Kopdar yang ke 2 pada 15 Februari 2020 dengan tema belajar "Kerajinan Tas Dari Sampah Plastik Kemasan" dengan mentor mbak Umi Salamah. 

Dimulai dengan melipat plastik kemasan menjadi lipatan-lipatan kecil. Tahap ini tergolong mudah, karena hanya melipat dengan cara tertentu yang mudah diikuti akan tetapi perlu ratusan pcs lipatan kecil untuk bisa dibentuk menjadi tas. Maka untuk mempersingkat waktu Kopdar yang hanya kurang lebih 2 jam, mbak Umi pun sudah menyediakan plastik yang sudah dilipat untuk siap di anyam. 

Umi Salamah , menjelaskan cara membuat kerajinan dari sampah plastik kemasan

Teknik menganyam plastik bekas kemasan ini ada 3 model, yang pertama model zig zag, model rapat dan yang terakhir model lubang. 

Paling kanan model zig zag, tengah model rapat, kiri model lubang

Awal mbak Umi memberi contoh cara menganyam, lalu diikuti peserta yang hadir. Saat mulai menganyam aku sendiri masih bingung untuk mengikuti. Sedangkan peserta yang lain juga asik bertanya tentang kebingungan nya ke mentor ,kadang juga  bertanya ke teman sebelah yang sudah berhasil. Lama-lama tangan kami gemulai untuk memasukkan plastik ke atas, turun kebawah, masuk samping kanan lalu turun samping kiri, terakhir tarik ke semua sisi agar kencang. 

Butuh ketelitian, kesabaran, ketelatenan, dan niat yang kuat serta tulus untuk membuat sampah plastik bukan hanya sekedar sampah buangan tapi menjadikannya barang yang mempunyai nilai lebih dari segi estetika, ekonomi dan kegunaannya. Jadi aku salut banget deh sama orang-orang yang mau dan mampu mengerjakan kerajinan seperti ini.


Salah satu hasil karya yang sudah jadi Tas
Tangan kami asik menganyam tapi mulut pun asik mengunyah, karena perut asik meronta disebabkan otak asik bekerja. Heheh. Potluck yang kami bawa dari rumah, disantap bersama-sama. Seperti biasa setiap acara Kopdar Komunitas Ibu Profesional Batam diwajibkan membawa potluck dan air minum menggunakan tumbler sendiri, untuk meminimalisir sampah.

Potluck pengusir lapar, hehe

Setiap kami fokus pada anyaman yang akan dibentuk. Ada beberapa yang berhasil menyelesaikan hingga karya nya menjadi tas kecil, ada juga separuh jalan sudah dihentikan oleh waktu. Sangat wajar, karena mbak Umi mengerjakan anyaman hingga menjadi tas berukuran sedang saja memakan waktu seminggu.  


Bukan hanya tas, sampah plastik kemasan inipun bisa dibentuk menjadi tikar nah ini adalah project mbk Umi selanjutnya dan pastinya memerlukan banyak sampah plastik bekas kemasan. Maka dari itu mbk Umi Salamah membuka donasi sampah plastik bekas kemasan. Silahkan hubungi akun Facebook mbk Umi Salamah untuk donasi tersebut.

Jadi pemirsahhh , jangan buang lagi sampah plastik bekas kemasan mu ke tong sampah, donasikan saja untuk diubah menjadi bentuk lain yang lebih berguna.