Mini Workshop Eco Enzyme, Rumbel Green Komunitas IP Batam ;
Setelah launching November 2019 lalu Rumbel (Rumah Belajar) Green Komunitas Ibu Profesional Batam mengadakan acara mini workshop Eco Enzyme dan terbuka untuk umum. 

Rumbel Green biasanya berbagi dan belajar bersama prihal hidup minim sampah  dengan member satu komunitas tapi kali ini Rumbel Green mencoba memberi kebermanfaatan dan kesempatan belajar bersama bagi non member. 

Foto bersama peserta workshop Eco Enzyme

Mini workshop eco enzyme diadakan untuk mengedukasi pengolahan sisa konsumsi/sampah organik menjadi eco enzyme yang kaya manfaat.


Sabtu, 14 Maret 2020 acara mini workshop eco enzyme  yang dihadiri oleh 30an peserta berlangsung diaula perpustakaan daerah Kepri- Batam. Kenapa disebut mini workshop? Karena peserta dibatasi 30 orang saja agar peserta dapat fokus terhadap apa yang sedang dipelajari.

Peserta Acara

Acara workshop dimulai sesuai dengan budaya komunitas yang sedang diusahakan oleh member yang kebanyakan adalah Ibu bekerja di ranah domestik yaitu budaya OTW ( Ok Tepat Waktu) dan Zero Waste, sehingga peserta diminta untuk membawa tempat minum sendiri dan panitia hanya menyediakan air minum isi ulang. 

Display pernak pernik menggunakan blackboard lebih epik dan tidak menimbulkan sampah

Jam 8.30 dibuka pendaftaran ulang selama 30 menit. Saat daftar ulang peserta workshop eco enzyme harus mencuci tangan menggunkan hand sanitizer yang sudah disediakan di meja pendaftaran, ini adalah salah satu upaya pencegahan penyebaran virus yang saat ini sedang marak. Menariknya Hand Sanitizer dibuat menggunakan eco enzyme. Peserta juga langsung mendapatkan starter kit berupa bahan praktek pembuat eco enzyme yaitu wadah ember 5L dan molases 300gr, serta snack dengan wadah takir sebagai upaya minim sampah di event ini.   

Hand Sanitizer dimeja pendaftaran

Selain konsumsi, dekorasi pun harus sesuai dengan kaidah event zerowaste yang sejatinya tidak menghasilkan sampah atau meminimalisir adanya sampah apalagi sampah yang tak terurai. Banner reusable dibuat untuk setiap event Rumbel Green, papan ucapan selamat datang menggunakan papan tulis whiteboard. Spanduk acara digantikan dengan papan tulis blackboard. Ini yang selalu saya suka : dekorasi epik. Ternyata dekorasi unik cantik masih bisa dihadirkan walaupun tidak menggunakan spanduk atau printilan sekali pakai.

Snack menggunakan takir sebagai wadah


Jam  09.00 MC membuka acara mini workshop Eco Enzyme. Diawali kata sambutan  oleh Fitriza Prima selaku ketua komunitas Ibu Profesional Batam. Sambutan tersebut berisi pengenalan komunitas IP dan Rumbel Green kepada member non IP dan tujuan diadakan nya acara workshop .

Fitriza Prima sebagai ketua Komunitas Ibu Profesional Batam

Kurang lebih satu setengah jam mbk Erli Oktania sebagai narasumber memberikan materi Eco Enzyme dan disusul dengan berbagai pertanyaan oleh peserta yang antusias sekali. 

Ibu Erli Oktania sebagai narasumber Eco Enzyme

Tiga puluh menit kemudian peserta dengan membawa staterkit diarahkan ketempat praktek membuat Eco Enzyme. Dengan dipandu oleh narasumber para peserta langsung praktek membuat eco enzyme. Bahan seperti sisa konsumsi buah maupun kulit buah serta timbangan juga air  sudah pun disediakan oleh panitia acara.  
Praktek membuat Eco Enzyme
Selesai praktek peserta masih antusias bertanya hal tentang eco enzyme ini, sehingga panitia harus menyediakan ruang bertanya online melalui whatsapp grup selama tiga hari pasca acara mini workshop eco enzyme. 
Spanduk "Selamat Datang" diganti dengan whiteboard bertuliskan "selamat datang"
Banner reusable Rumbel Green, 

Dilanjutkan ke acara bagi-bagi hadiah. Bagi peserta yang dapat menjawab pertanyaan dari narasumber maka berhak mendapatkan hadiah dari sponsor acara yaitu  produk dari Cikapa (IG @cikapa_26) dan bros cantik dari @nanabim_id Juga pembagian hadiah Rumbel Challenge bagi tiga pemenang member Rumbel Green yang mengikuti tantangan Cuci Plastik.
Dipenghujung acara panitia mengadakan mini bazar. Diantara produk yang dijual adalah : Molases, tas belanja Rumbel Green, wadah 5 liter, starter kit. Selain antusias belajar rupanya peserta juga antusias belanja. Hehe

Bazar digelar di atas panggung 
Acara dimulai tepat waktu dan ditutup juga dengan tepat waktu. Setelah acara bagi-bagi hadiah, tepat jam 12.00 wib acara ditutup dengan foto bersama.

Terimakasih kepada sponsor acara mini workshop eco enzyme : @tobakue_legenda & @cikapa_26 yang mendukung keberlangsungan acara ini. 

Alhamdulillah  acara berjalan dengan lancar dan sukses . 🎀🎀🎉🎉🎉🎊🎊🎊


Apakah yang biasa kita lakukan dengan sampah plastik bekas kemasan? Membuangnya ke tempat sampah ? Membiarkan nya terbang tertiup angin hingga terbang kemanapun ia mau dan mendarat di laut termakan oleh biota laut atau mendarat di tanah dan mencemari tanah ? 

Ya perilaku itu sebagian kita lakukan dan tanpa disadari merusak makhluk hidup yang berdampingan dengan kita dan merusak lingkungan kita

Tapi beda halnya dengan mbak Umi Salamah pemilik akun Facebook Umi Salamah ini mengubah sampah plastik bekas kemasan menjadi kerajinan tas yang tak kalah cantik dengan tas lain pada umumnya. Ga hanya itu tas ini pun kuat karena memakai metode anyam. 


Rumbel (Rumah Belajar) Green Komunitas Ibu Profesional Batam kembali mengadakan Kopdar yang ke 2 pada 15 Februari 2020 dengan tema belajar "Kerajinan Tas Dari Sampah Plastik Kemasan" dengan mentor mbak Umi Salamah. 

Dimulai dengan melipat plastik kemasan menjadi lipatan-lipatan kecil. Tahap ini tergolong mudah, karena hanya melipat dengan cara tertentu yang mudah diikuti akan tetapi perlu ratusan pcs lipatan kecil untuk bisa dibentuk menjadi tas. Maka untuk mempersingkat waktu Kopdar yang hanya kurang lebih 2 jam, mbak Umi pun sudah menyediakan plastik yang sudah dilipat untuk siap di anyam. 

Umi Salamah , menjelaskan cara membuat kerajinan dari sampah plastik kemasan

Teknik menganyam plastik bekas kemasan ini ada 3 model, yang pertama model zig zag, model rapat dan yang terakhir model lubang. 

Paling kanan model zig zag, tengah model rapat, kiri model lubang

Awal mbak Umi memberi contoh cara menganyam, lalu diikuti peserta yang hadir. Saat mulai menganyam aku sendiri masih bingung untuk mengikuti. Sedangkan peserta yang lain juga asik bertanya tentang kebingungan nya ke mentor ,kadang juga  bertanya ke teman sebelah yang sudah berhasil. Lama-lama tangan kami gemulai untuk memasukkan plastik ke atas, turun kebawah, masuk samping kanan lalu turun samping kiri, terakhir tarik ke semua sisi agar kencang. 

Butuh ketelitian, kesabaran, ketelatenan, dan niat yang kuat serta tulus untuk membuat sampah plastik bukan hanya sekedar sampah buangan tapi menjadikannya barang yang mempunyai nilai lebih dari segi estetika, ekonomi dan kegunaannya. Jadi aku salut banget deh sama orang-orang yang mau dan mampu mengerjakan kerajinan seperti ini.


Salah satu hasil karya yang sudah jadi Tas
Tangan kami asik menganyam tapi mulut pun asik mengunyah, karena perut asik meronta disebabkan otak asik bekerja. Heheh. Potluck yang kami bawa dari rumah, disantap bersama-sama. Seperti biasa setiap acara Kopdar Komunitas Ibu Profesional Batam diwajibkan membawa potluck dan air minum menggunakan tumbler sendiri, untuk meminimalisir sampah.

Potluck pengusir lapar, hehe

Setiap kami fokus pada anyaman yang akan dibentuk. Ada beberapa yang berhasil menyelesaikan hingga karya nya menjadi tas kecil, ada juga separuh jalan sudah dihentikan oleh waktu. Sangat wajar, karena mbak Umi mengerjakan anyaman hingga menjadi tas berukuran sedang saja memakan waktu seminggu.  


Bukan hanya tas, sampah plastik kemasan inipun bisa dibentuk menjadi tikar nah ini adalah project mbk Umi selanjutnya dan pastinya memerlukan banyak sampah plastik bekas kemasan. Maka dari itu mbk Umi Salamah membuka donasi sampah plastik bekas kemasan. Silahkan hubungi akun Facebook mbk Umi Salamah untuk donasi tersebut.

Jadi pemirsahhh , jangan buang lagi sampah plastik bekas kemasan mu ke tong sampah, donasikan saja untuk diubah menjadi bentuk lain yang lebih berguna. 





Resep Mie Ayam Anti Gagal; Mie ayam. Sosok makhluk kasat mata berbentuk keriting dan menor karena dibubuhi ayam kecap plus sayur sawi hijau di atasnya ini sangat beruntung karena telah aku pilih sebagai makanan favorit aku.


Aku suka mie ayam udah lama banget, dari harga mie seharga 3 permen kojek  sampai harga itu berubah menjadi sepack permen kojek sekarang. Automatis ngitung harga atau automatis ngitung umur aku, kalian sekarang ? Hahha

Aku pernah nabung uang jajan seminggu cuma untuk beli semanggkok mie ayam. Dan pernah disuruh milih antara buku dan mie ayam and the winner is mie ayam. Aku ga tau perasaan mie ayam ini ke aku apa sedalam perasaan aku ke dia. Kalau jawabannya adalah tidak, maka cinta ku bertepuk sebelah sumpit . #garing.

Nah karena ada project anak-anak bikin mie, jadi lah mie homemade itu ku buat mie ayam dan anti gagal. 

Baca juga:  DIY Mie Hijau Homemade

Caranya ga seribet yang ditulis disini, maka dari itu tulisan ini jangan cuma dilihat tapi juga dipraktekkan. Xixixi

Bahan yang perlu disiapkan :

.1. Mie hijau
.2. Ayam sepotong doank (mungkin kurleb ¼ kg), cincang ayam
.3. Sawi hijau
.4. Bawang putih , geprek dan cincang
.5. Kecap
.6. Minyak goreng
.7. Gula, garam, penyedap (untuk rasa)

Bumbu yang dihaluskan :
.1. Bawang putih 5 siaung
.2. Bawang merah 3 siaung
.3. Kunyit ¼ ruas
.4. Jahe ½ ruas 
.5. Kemiri 3 butir

Cara buat bagian 1 :

Buat minyak untuk mengaduk mie ayam. Caranya goreng bawang putih cincang, setelah setengah matang masukan ayam yang sudah dicincang. Goreng sebentar ayam nya , jangan kelamaan khawatir ayam akan keras. 

Pisahkan ayam yang sudah matang dan minyak bekas menggoreng. Minyak ini nantinya akan jadi bahan untuk mengaduk mie. 

Cara buat bagian 2 :

Buat ayam cincang kecap untuk campuran makan mie. Caranya : tumis bumbu halus sampai wangi, masukkan ayam yang sudah digoreng sebentar dengan bawang goreng tadi. Aduk sampai matang. Beri gula, garam, penyedap. Tes rasa. Aku buat agak basah ya, banyak kuahnya. Karena klimaks mie ayam itu menurutku ya di si kuah kecap ayam cincang ini. Dan sekaligus aku ga bikin kuah bening nya. Kenapa? Karena aku udah laper, bahahha. Mau yang praktis aja 

Cara buat bagian 3 :

Untuk merebus mie. Siapkan air sepanci , rebus sampai mendidih, beri minyak makan supaya mie ga nempel. Masukan mie rebus sampai matang, angkat tiriskan. 

Platting :

Siapkan mangkok, masukan satu sendok minyak yang sudah kita buat untuk mengaduk mie. Masukan mie yang sudah tiris air nya, aduk aduk, cara ngaduknya mirip mamang jualan mie ayam. Enjoy dan nikmati proses ngaduknya. 

Lalu tambahkan potongan sawi yang sudah direbus, tambahkan lagi ayam kecap cincang, kuahnya agak banyak . Siap disajikan . Selamat menikmati.

Pengalaman ku bikin mie ayam kan udah lumayan banyak, kalau dibuat Curriculum Vitae bisa sehalaman sendiri karena terlampau sering. Nah menurutku eksekusi mie hijau menjadi mie ayam ini yang paling berhasil. Rasa enak, tampilannya aduhai, aku merem melek makannya. 

Ga kebayang kalau dibuat acara tv ini udah mirip host berbadan gempal, kulit sawo matang yang ngomong lazizzzz...lazizzzz itu. 

Ukuran bahan-bahan yang aku pakai cukup untuk buat mie ayam hijau 2 porsi. Coba deh. 


DIY MIE Hijau Homemade; Gadget dan internet , adalah dua benda ajaib zaman sekarang. Bersatu nya Gadget & internet hampir mirip seperti pertemuan Alladin dan Jin. Kamu mau informasi apa aja semua disediakan dengan kehadiran mereka ini. 

Karena aku ingin mengajarkan anak-anak bahwa gadget ini bisa digunakan untuk belajar bukan cuma untuk nonton film Frozen atau Ultramen Ribut akupun mulai mengajarkan mereka  supaya lebih bijak menggunakan gadget.

Berawal dari makanan kesukaan si sulung Ziya yaitu Mie. Sukanya Ziya terhadap Mie sudah masuk ke level siaga. Kalau makan diluar rumah, Ziya pasti sudah siap siaga untuk pesen Mie. Kalau abi nya lagi pegang mangkong sambil huhah..huhah...dia juga mulai siaga untuk minta Mie, padahal yang dimakan bapak nya sop. Pokoknya Ziya love noodle too much.

Sebagai ibu yang sok higienis aku pun khawatir , kalau anak ku makan mie terus terusan dan mie yang dibeli diluar itu tidak terjamin kebersihan dan komposisi nya apa aja, menyehatkan atau akan menimbulkan pengeluaran budget berobat. Yah namanya juga emak kan ya level khawatirnya sungguh lebih mengkhawatirkan. Hahha. Dalam kehawatiran itu timbul ide untuk membuat Mie sendiri dirumah. 

Karena anak-anak ku belajar dirumah (Homeschooling) jadi Homemade Mie ini akan melibatkan mereka. Sebagai keluarga Homeschooler  ada kegiatan Cooking Class yang kami jadwalkan setiap habis gajian. Karena kalau akhir bulan membaca pun kami sulit apalagi memasak. Hahaha. 

Obrolan di malam bulan sabit, Jumat pahing, Tahun baru Imlek. #apaansih. "Zi kita bisa loh buat mie sendiri". Dia bengong bin penasaran " emang iya Nda?". Aku bilang: "Iya donk, yook kita liat cara bikin nya di you tube".

2 tutorial buat  homemade Mie yang kami jadikan referensi. Ga banyak memang,khawatir terjadi banjir informasi malah ga praktek. Hehhe

Baiklah , besok hari nya kami mulai belanja bahan membuat mie. Mie  yang akan kami buat ini adalah mie Hijau dengan pewarna sayuran . Bahan nya sederhana banget, dan bahan-bahan pembuat mie ini biasa emak-emak stok dirumah. Sebagai percobaan kami membuat ½ resep dari resep asli. 

Bahan Membuat Mie Hijau Homemade:

.1. Terigu 250g
.2. Sagu 1 sendok makan
.3. Telur 1 butir (kocok lepas)
.4. Jus sawi 50ml (daun sawi diblender dg air)
.5. Sejumput garam


Cara buat nya :

Masukan terigu, sagu dan garam aduk sampai rata. Tambah dengan telur, aduk rata. Masukan jus sawi sedikit demi sedikit aduk sampai adonan kalis. Tutup adonan, diamkan selama 20 menit agar adonannya lebih kenyal dan ga mudah putus saat di giling.

Proses pengadukan adonan 
Adonan yang sudah kalis, tinggal ditutup

Setelah 20 menit potong adonan menjadi beberapa bagian. Jika ada alat membuat mie dirumah (ampia) akan lebih mudah dan cepat. Tapi jika ga ada ampia, jangan kecewa, tarik nafas dalam, buka fikiran, dan buka kembali internet di rumah, buka google dan cari menggunakan kata kunci alat alternatif untuk membuat mie selain ampia. xixix

Ting, sudah dapat kan ? Yak ternyata selain ampia, kita bisa menggunakan rol kue dan pisau. Nah masalah nya kami pun ga punya rol kue. Kere emang. Tapi dengan kekerean ini kami punya banyak ide untuk mencapai tujuan. Hahaha. Gimana cara nya ? Akhirnya peran rol kue digantikan dengan botol kaca bekas sirup. 

Abil satu bagian adonan, letakkan di atas talenan bersih yang sudah ditaburi sagu supaya ga lengket lalu ratakan menggunakan botol kaca. Ratakan sampai tipis tapi tidak mudah patah. Lalu gulung mirip bentuk kue semprong. Potong-potong. Taburi sagu sedikit agar tidak menempel mie satu dengan mie tetangga ehh dengan mie lainnya. Mie siap diolah menjadi olahan mie lain nya

Meratakan adonan dengan botol kaca
Giling dan ratakan sampe setipis ini 

Adonan digulung dan dipotong seperti ini hasilnya

Simple sekali bikin mie ini. Saya sendiri ga menyangka buat mie itu mudah dan murah dan langsung berhasil ga pakai gagal.


Mie nya sudah jadi


Lalu Homemade Mie Hijau kami olah menjadi Mie Ayam yang juga anti gagal. 
Belajar Berbagi Tugas Saat Cooking Class Gemilang HOMESCHOOLING ; Setelah hampir sebulan libur akhir tahun, komunitas Gemilang Homeschooling kembali mengadakan kegiatan. 

Kegiatan perdana di tahun 2020 ini adalah Cooking Class. Tidak seperti kegiatan sebelumnya yang didahului dengan memberikan materi oleh fasilitator , kali ini anak-anak diberi kebebasan untuk belajar seasik bermain. Nah bagaimana penerapan belajar seasik bermain pada kegiatan cooking class ?. 

Anak-anak yang tergabung dalam Komunitas Gemilang dibagi menjadi 3 kelompok , setiap kelompok di dampingi oleh satu pendamping (orang tua). Mereka diminta berbelanja bahan-bahan untuk membuat Omlete di pasar Botania 2, Batam centre dan beri uang saku 25.000/kelompok. 






Dalam kegiatan belanja ini saja anak-anak belajar banyak : transaksi jual beli, mengenal jenis sayuran, mengenal pecahan uang, saling membantu. Dibalik itu semua mereka menjalankan nya dengan BAHAGIA. 

Nah dari rumah saya sudah sounding ke Ziya jika  Cooking Class kali ini kita akan bekerja bersama-sama teman maka dari itu harus siap berbagi tugas dan  berbagi alat-alat memasak. Sempat protes kalau dia sudah bisa sendiri memasak telur dan tidak mau dibantu. Hehehhe. 

Disini kesempatan saya menjelaskan bahwa ini yang namanya  team work. Yang sudah bisa memberi kesempatan belajar untuk yang belum bisa. Bekerja sama juga bisa membuat pekerjaan kita cepat selesai. Dan setiap kegiatan bersama pasti ada pelajaran baru yang bisa dibawa pulang untuk oleh-oleh. Tak ada protes lagi, saya anggap dia paham. Hehhehe. 

Acara masak memasak dimulai dengan pembagian tugas. Siapa mengerjakan apa?. Dibantu dengan pembimbing yang memberi arahan cara memasak Omelete. 
Pembimbing sedang mengarahkan pembagian tugas

Ada yang mengupas bawang, memotong sayur, memarut keju, memecahkan telur, juga ada yang sudah berani menghidupkan kompor. Kerjasama untuk  menghadirkan Omelete di meja , BERHASIL. 








Omelete buatan anak-anak dimakan bersama-sama , saling icip Omelete  buatan kelompok lain juga. Kegiatan sederhana yang buat perut kenyang, hati riang, emak senang. 





"Bunda nanti kita buat Omelete dirumah ya?"  kalimat ini tanda anak tertarik dan senang pada kegiatan yang baru dia kerjakan. Disini peran fasilitator belajar anak saya mainkan, mengobservasi dan catat setiap kegiatan yang dilakukan anak. SUKA atau TIDAK SUKA. Jika SUKA pada kegiatan ini maka akan di ulang dirumah dan mencatat bagaimana progres nya.  
kelompok 1

Kelompok 2

Kelompok 3

Omelete sudah siap tersaji di meja


Bonus tambahan kebahagian lagi adalah pulang bersama-sama naik Bus Trans Batam. Karena terlalu girang , suara anak-anak memenuhi Bus yang kami naiki dan tentunya jadi perhatian penumpang lain. Hehheh. 




Dapat surat cinta saat Kopdar Rumbel Menulis Komunitas IP Batam : Kopdar alias Kopi Darat  bagi suatu komunitas adalah ajang tatap muka untuk bisa belajar dan sharing ilmu juga pengalaman bareng temen-temen dengan passion yang sama. 

Seperti Rumah Belajar (Rumbel) Menulis Komunitas Ibu Profesional Batam yang mengadakan Kopdar ke dua di tahun 2020 ini. 

Buat saya pribadi Kopdar ini merupakan Recharge Energy karena setiap ketemu temen-temen dengan hobi yang sama dan bicara tentang hal yang sama udah bisa buat aku berbinar. Agenda Kopdar kali ini ringan tapi efek nya buat aku yaitu makin semangat nulis . 

Sesi pertama kopdar adalah semua peserta yang hadir membacakan pengalaman seputar literasi baca-tulis, target menulis tiga bulan kedepan, dan target menulis satu tahun kedepan

Aku seneng deh dengar sharing  pengalaman dari temen-temen Rumbel Menulis. Ada yang suka menulis fiksi (aku paling ga bisa ini,hiks, sepertinya imajinasi ku nyungsep kalau diminta menulis fiksi), ada juga yang punya pengalaman menjadi asisten guru karena jago di mata pelajaran Bahasa Indonesia, ada lagi yang pernah menjadi redaktur kampus, sampai ada yang menang lomba menulis.

Inilah titik balik member Rumbel Menulis yang mungkin baru disadari sekarang, bahwa pengalaman itu salah satu pemicu hobi menulis nya. 

Kejutan buat kita-kita yang dateng kopdar hari itu adalah "Membuat surat cinta & mendapatkan surat cinta". Surat-suratan ini adalah sesi kedua setelah berbagi pengalaman. 

Gimana cara nya kita bisa mendapatkan dan membuat surat ini ? Ehmmmm jadi aku membuat surat cinta untuk teman sebelah kiri ku yang wajib berisi penyemangat untuk menulis, sedangkan teman sebelah kanan ku menulis surat untuk ku dengan tujuan yang sama yaitu menyemangatiku untuk menulis. Ihhhh seru loh begini.

Aku merasa deg deg an dapet surat ini. Secara aku dapat surat dari temen kolaborasi blog aku si empunya blog www.retrofleks.com. Menduga-duga apakah isi nya. Jangan-jangan berisi kata putus dan aku akan sesegukan dikamar nanti malam. Xixixixi. 

Walaupun ga beramplop pink cantik, surat itu dikasi ke aku dengan pesan keramat "jangan dibuka kalau ga dirumah" uhhhh aku makin mau cepet pulang. 

Surat yang masih misteri isi nya itu aku selipkan di buku yang aku pinjam dari perpustakaan Rumbel Menulis IP Batam. 

Sebelum acara kopdar diakhiri dengan pulang nya member Menulis satu per satu, ga lupa kita foto bareng. 

Pada penasaran ga apa isi surat untuk ku ? Emhhh kasi tauuuu ga yaaaaa? Xixixi. Aku kasih tau deh dari pada pembaca penasaran setengah mateng. Hehehe


Terimaksih mbak Vidi surat nya buat aku termehek-mehek. Aku tau alasan aku sampe syahdu gini baca surat dari temen ku. Itu karena pertama dia menilai tulisan ku yang mana aku ga tau itu jujur apa ga hahaha tapi yang jelas aku seneng sampe pipi ku khumairo. Kedua karena temen ku berharap tulisanku bisa membuat ku kembali lagi ke Bali -karena aku pernah menang lomba menulis dan hadiahnya :mempresentasikan tulisanku di Bali-  nah ini buat ku mengenang masa jaya ku saat masih berusia ranum. Ketiga ucapan terimakasih nya karena kita bisa kolaborasi blog, dan menjadi teman nya dalam suka duka menulis. 

Ahhh rasa nya aku mau membalas surat dari teman ku ini dan mencurahkan rasa senang dan terimakasih ku padanya. Tapi nanti dia kirim surat lagi ke aku, terus aku bales lagi. Begitu aja terus sampe lebaran monyet, padahal kita bisa ngobrol langsung sambil ngemil kuaci dirumah hahaha. 

Begitulah cerita kopdar rumbel menulis IP Batam kali ini,dan aku ga sabar untuk menanti kejutan kopdar selanjutnya. 


Komunitas Ibu Profesional Batam November 2019 lalu baru saja meluncurkan Rumah Belajar (Rumbel) terbaru yaitu  Rumbel Green. 

Rumbel Green sendiri dibuat karena antusias dari member komunitas IP Batam yang ingin belajar perilaku hidup Minim Sampah dan Berkebun. 

Di awal tahun 2020 ini  Rumbel Green mengadakan kopdar (kopi darat) perdana dengan mengundang pemateri dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Batam dengan tema "Sosialisasi Bank Sampah". 

Rida Melyana sebagai Narsum


Ibu Rida Meliyana selaku pemateri menyampaikan  bahwa tercatat 1200 ton/ hari sampah yang disetor ke TPA Punggur. Empat puluh tujuh hektar lahan yang disediakan untuk menampung sampah sudah terpakai lebih dari separo lahan yang tersedia. Batam sudah darurat sampah. Bahkan sudah pernah terjadi kebakaran di TPA disebabkan gas metan hasil dari timbunan sampah plastik bercampur sampah organik.  Sudah seharusnya kita memilah dan mengolah sampah kita dari rumah masing-masing. Tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan dari Pemerintah. 

Beliau juga sharing tentang pengalaman nya memilah dan mengolah sampah sendiri di rumah beliau. 

Sampah organik diolah menjadi kompos dengan menggunakan ember bekas cat 25 kg sedangkan sampah yang bisa didaur ulang dibawanya ke kantor untuk di timbang dan disetor ke Bank Sampah. Sehingga di rumah beliau hanya sampah residu yang dikirim ke TPA. 

Ada 21 jenis sampah yang diterima oleh Bank Sampah Batam. Sampah yang sudah terkumpul akan dijual ke perusahaan daur ulang yang ada di Batam untuk diolah. Bijih plastik adalah salah satu hasil dari daur ulang tersebut. 

Beliau juga sedang mengusahakan Bank Sampah Batam untuk bisa bekerja sama dengan salah satu perusahaan transportasi online agar nasabah lebih mudah untuk menyetorkan sampah nya . 

Bu Rida memberikan formulir bagi yang ingin membuka Bank Sampah unit di sekitar perumahan yang belum memiliki Bank Sampah. 


Bincang hangat ini berlangsung selama 1 jam setengah. Diskusi berjalan lancar jaya  member yang datang pun banyak bertanya . 

penyerahan sertifikat kepada Narasumber

Sesi terakhir dari acara ini adalah penyerahan kenang-kenangan berupa sertifikat kepada narasumber dan ditutup dengan sesi foto bersama.